HOME  ⁄  Lifestyle

Kopi Kamojang Manfaatkan Panas Bumi untuk Pengeringan Biji, Hadirkan Cita Rasa Khas dan Olahan Kaskara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kopi Kamojang Manfaatkan Panas Bumi untuk Pengeringan Biji, Hadirkan Cita Rasa Khas dan Olahan Kaskara
Foto: (Sumber :Segelas kaskara, seduhan kulit buah kopi yang dikeringkan dan dicampur dengan sirup buah. (ANTARA/Aditya Ramadhan).)

Pantau - Kopi asal Kamojang, Jawa Barat, menghadirkan keunikan dalam proses pengolahannya dengan memanfaatkan panas bumi untuk mengeringkan biji kopi, sekaligus menawarkan beragam minuman berbahan kopi dan kulit buah kopi yang diolah menjadi kaskara.

Pemanfaatan energi panas bumi menjadi salah satu ciri pengolahan kopi di kawasan Kamojang yang dikenal memiliki aktivitas geotermal dan perkebunan di kawasan lereng pegunungan.

Produk kopi tersebut dapat dinikmati di kedai Akkar Kamojang yang menyajikan kopi susu gula aren dengan perpaduan biji arabika dan robusta.

Berdasarkan laporan ANTARA yang ditulis Aditya Ramadhan dan diterbitkan Kamis (5/11/2026), kopi susu gula aren di kedai tersebut memiliki komposisi 70 persen arabika Kamojang dan 30 persen robusta.

Minuman tersebut dijual dengan harga Rp15.000 per gelas dan memiliki karakter rasa manis dari gula aren, berpadu dengan susu serta sedikit keasaman kopi.

Kopi Kamojang Dikeringkan Menggunakan Energi Panas Bumi

Salah satu keunikan kopi Kamojang terletak pada proses pengeringan bijinya yang memanfaatkan panas bumi.

Kawasan Kamojang memiliki sumber energi panas bumi yang ditandai dengan kemunculan uap dari dalam tanah serta aroma belerang di sejumlah lokasi.

Kondisi geografis tersebut menjadi latar pengolahan kopi yang memanfaatkan sumber panas alami dari kawasan setempat.

Penggunaan panas bumi dalam proses pengeringan merupakan bagian dari metode pengolahan biji kopi sebelum menjadi bahan minuman.

Meski berada di lingkungan yang memiliki aktivitas geotermal, karakter rasa kopi tidak dapat langsung dianggap berasal dari kandungan uap atau aroma belerang.

Perbedaan cita rasa kopi juga berkaitan dengan jenis biji dan proses pengolahannya.

Dalam laporan tersebut, kopi Kamojang digambarkan memiliki aroma kuat dengan rasa yang lebih lembut ketika dipadukan dengan susu dan gula aren.

Kopi Susu Gula Aren Padukan Arabika dan Robusta

Kedai Akkar Kamojang menyajikan kopi susu gula aren dengan campuran dua jenis biji kopi, yakni arabika dan robusta.

Komposisi minuman tersebut terdiri atas 70 persen arabika Kamojang dan 30 persen robusta.

Perpaduan kedua jenis kopi itu kemudian dicampurkan dengan susu dan gula aren untuk menghasilkan minuman dengan karakter rasa yang berbeda dari kopi hitam.

Dalam penyajiannya, lapisan susu berwarna putih dan kopi pekat terlihat sebelum kedua bahan diaduk hingga menghasilkan warna krem.

Aroma kopi yang kuat menjadi salah satu karakter awal minuman tersebut.

Sementara itu, rasa manis gula aren dan susu memberikan keseimbangan terhadap karakter kopi yang pekat.

Laporan ANTARA menggambarkan minuman tersebut memiliki rasa manis yang dominan, disertai sedikit keasaman menyerupai buah.

Harga Rp15.000 per gelas menjadi salah satu informasi yang turut disampaikan dalam laporan mengenai produk kopi susu gula aren tersebut.

Kulit Buah Kopi Diolah Menjadi Kaskara dengan Sirup Buah

Selain kopi susu gula aren, Akkar Kamojang juga menawarkan minuman kaskara yang dibuat dari kulit buah kopi yang telah dikeringkan.

Kaskara merupakan olahan kulit buah kopi yang diseduh menjadi minuman menyerupai teh.

Bahan tersebut berasal dari bagian buah kopi yang dalam sejumlah proses pengolahan perkebunan dapat menjadi limbah.

Melalui pengolahan menjadi kaskara, kulit buah kopi dimanfaatkan sebagai bahan minuman dengan karakter rasa yang berbeda dari seduhan biji kopi.

Dalam penyajiannya di Akkar Kamojang, kaskara dipadukan dengan sirup nanas dan persik atau peach.

Campuran tersebut menghasilkan perpaduan rasa asam dan manis dari kulit buah kopi serta sirup buah.

Minuman kaskara yang disajikan juga memiliki tampilan berlapis dengan warna merah tua pada bagian dasar, jingga di bagian tengah, serta busa berwarna pucat di permukaan.

Pengolahan kaskara menjadi salah satu contoh pemanfaatan bagian buah kopi selain bijinya untuk menghasilkan produk minuman.

Pengolahan Kopi Kamojang Tawarkan Keunikan dari Hulu hingga Hilir

Keunikan kopi Kamojang tidak hanya terlihat dari jenis minuman yang disajikan, tetapi juga dari metode pengeringan biji menggunakan energi panas bumi.

Proses tersebut menjadi bagian dari identitas pengolahan kopi di kawasan yang memiliki sumber daya geotermal.

Sementara itu, penggunaan campuran arabika dan robusta dalam kopi susu gula aren menunjukkan variasi racikan yang ditawarkan kepada konsumen.

Pemanfaatan kulit buah kopi menjadi kaskara turut memperluas jenis produk yang dapat dihasilkan dari komoditas perkebunan tersebut.

Kombinasi pengolahan biji kopi, pemanfaatan kulit buah, dan penyajian minuman menjadi daya tarik tersendiri dari produk kopi Kamojang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026