HOME  ⁄  Lifestyle

Mandi Menggunakan Pancuran Lebih Efektif Bersihkan Kotoran Kulit, Ahli Ungkap Manfaat Berendam dan Risiko Air Panas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mandi Menggunakan Pancuran Lebih Efektif Bersihkan Kotoran Kulit, Ahli Ungkap Manfaat Berendam dan Risiko Air Panas
Foto: (Sumber :Ilustrasi shower di kamar mandi. (ANTARA/Pexels).)

Pantau - Profesor madya dermatologi dari Yale School of Medicine, Christopher Bunick, MD, PhD, mengungkapkan bahwa mandi menggunakan pancuran atau shower lebih efektif membersihkan keringat, debu, dan kotoran yang menempel pada kulit dibandingkan mandi dengan cara berendam.

Menurut Bunick, perbedaan efektivitas tersebut dipengaruhi oleh kondisi air yang digunakan, yakni air mengalir saat mandi menggunakan pancuran dan air menggenang ketika berendam.

Penjelasan tersebut disampaikan Bunick sebagaimana dikutip dari laman Health pada Rabu (4/11/2026), yang membahas manfaat serta risiko kedua metode mandi bagi kesehatan kulit.

Meski pancuran dinilai lebih efektif untuk membersihkan tubuh, Bunick menegaskan mandi berendam tetap memiliki manfaat tertentu, terutama bagi orang dengan kondisi kulit khusus.

Ahli Dermatologi Jelaskan Mengapa Mandi Pancuran Lebih Bersih

Christopher Bunick menjelaskan bahwa air yang terus mengalir saat mandi menggunakan pancuran membantu mengangkat sekaligus membuang kotoran dari permukaan kulit.

Kondisi tersebut berbeda dengan mandi berendam karena air yang digunakan tetap berada di dalam bak meskipun telah bercampur dengan keringat dan kotoran tubuh.

"Keuntungan air yang mengalir adalah dapat terus membilas keringat, kotoran, kerak, dan kotoran lainnya sehingga semuanya terbuang ke saluran pembuangan. Sebaliknya, saat mandi berendam, seseorang berendam dalam air yang sama di mana semua kotoran tersebut masih menempel,” kata Bunick.

Dengan mekanisme tersebut, mandi menggunakan pancuran dinilai lebih efektif untuk membilas kotoran yang menempel pada kulit setelah seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, Bunick mengingatkan bahwa pilihan metode mandi juga perlu mempertimbangkan jenis kulit dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Mandi Berendam Bisa Bermanfaat bagi Penderita Eksim dan Psoriasis

Meskipun pancuran lebih efektif membersihkan kotoran, mandi berendam dapat memberikan manfaat bagi orang yang mengalami masalah kulit tertentu.

Bunick menjelaskan bahwa penderita penyakit kulit inflamasi atau peradangan, seperti eksim dan psoriasis, berpotensi mendapatkan rasa nyaman melalui mandi berendam dengan campuran bahan tertentu.

Beberapa bahan yang disebutkan antara lain garam Epsom, oatmeal, atau produk penenang kulit yang sesuai dengan kondisi penggunanya.

Penggunaan bahan tambahan tersebut dapat membantu meredakan ketidaknyamanan pada sebagian penderita masalah kulit, meskipun manfaatnya bergantung pada kondisi masing-masing orang.

Selain itu, mandi berendam dapat menjadi pilihan bagi orang yang memiliki kulit sensitif, rapuh, atau mengalami luka yang mudah teriritasi akibat tekanan air.

Bunick mencontohkan kondisi gatal-gatal yang dipicu oleh tekanan air, yang berpotensi memburuk apabila seseorang menggunakan pancuran dengan tekanan terlalu tinggi.

Karena itu, pemilihan metode mandi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan tingkat sensitivitas terhadap tekanan air.

Mandi Terlalu Lama dan Air Panas Bisa Merusak Kelembapan Kulit

Bunick juga mengingatkan bahwa mandi menggunakan pancuran maupun berendam dapat menimbulkan masalah apabila dilakukan terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas.

Menurutnya, kedua kebiasaan tersebut berpotensi menghilangkan minyak alami yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi permukaan kulit.

Hilangnya minyak alami dapat membuat lapisan pelindung kulit terganggu sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan iritasi.

“Ketika minyak alami hilang, orang mungkin mengalami kekeringan, kulit pecah-pecah, gatal, risiko infeksi, atau kambuhnya penyakit kulit seperti eksim,” kata Bunick.

Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat membatasi durasi mandi dan menggunakan air hangat kuku agar kelembapan alami kulit tetap terjaga.

Anjuran tersebut berlaku untuk kedua metode mandi karena paparan air panas dalam waktu lama dapat memberikan dampak serupa terhadap kesehatan kulit.

Ahli Sarankan Gunakan Pelembap Segera Setelah Mandi

Selain memperhatikan suhu air dan durasi mandi, Bunick menyarankan penggunaan pelembap segera setelah selesai membersihkan tubuh.

Penggunaan pelembap bertujuan membantu mempertahankan kandungan air pada lapisan kulit sekaligus mengurangi risiko kulit menjadi kering.

Langkah tersebut terutama penting bagi orang yang memiliki kulit sensitif atau rentan mengalami gangguan kelembapan.

Bunick menekankan bahwa mandi menggunakan pancuran maupun berendam memiliki manfaat masing-masing sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Untuk membersihkan kotoran sehari-hari, pancuran lebih efektif karena air terus mengalir dan membilas permukaan tubuh, sedangkan berendam dapat menjadi alternatif bagi orang dengan kebutuhan perawatan kulit tertentu.

Menjaga durasi mandi tetap singkat, menggunakan air hangat kuku, serta mengoleskan pelembap setelah mandi menjadi langkah yang disarankan untuk membantu menjaga kesehatan dan kelembapan kulit.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026