
Pantau - DPR RI menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang IV tahun 2022-2023. Hanya 49 anggota DPR yang hadir secara fisik.
Meski kasus COVID-19 sudah semakin landai di Indonesia dan pemerintah telah mencabut kebijakan PPKM. Namun, DPR RI tetap menggelar rapat paripurna secara hybrid.
Pimpinan rapat Lodewijk Paulus menyampaikan, meski hanya 49 anggota hadir secara fisik, namun terdapat 222 anggota yang hadir secara virtual sehingga sudah mencapai kuorum.
"Menurut catatan Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir pada permulaan rapat paripurna DPR RI hari ini telah ditandatangani oleh hadir fisik 49 orang, hadir virtual 222, kemudian izin 20," ujar Lodewijk.
Adapun dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang IV tahun sidang 2022-2023 ini hanya berisi agenda tunggal, yakni pembacaan pidato Ketua DPR RI tanpa ada pembahasan hal lain.
Peneliti Formappi, Lucius Karus mengkritik sikap DPR RI yang semakin sibuk dengan agenda politik masing-masing jelang Pemilu 2024.
Menurutnya, di tengah situasi pandemi yang sudah reda, semestinya tidak ada lagi rapat yang berlangsung secara hybrid.
"Harusnya tatib di DPR yang memperbolehkan rapat secara virtual ini dicabut. Kita sekarang sudah leluasa tanpa harus takut dengan urusan COVID," ujar Lucius, Selasa (14/3/2023).
Lucius mempertanyakan, jika rapat paripuran selalu digelar secara virtual, maka hasil keputusannya menjadi tidak jelas karena banyak anggota yang tak hadir secara fisik.
"Karena yang hadir secara virtual tidak pernah diberikan ruang untuk bisa ngomong seperti orang yang hadir langsung di ruangan," lanjut Lucius.
"Bagaimana pimpinan DPR bisa menyimpulkan bahwa orang-orang yang hadir secara virtual itu setuju dengan keputusan DPR? Selama ini kan hanya andai-andai saja," tandasnya.
Meski kasus COVID-19 sudah semakin landai di Indonesia dan pemerintah telah mencabut kebijakan PPKM. Namun, DPR RI tetap menggelar rapat paripurna secara hybrid.
Pimpinan rapat Lodewijk Paulus menyampaikan, meski hanya 49 anggota hadir secara fisik, namun terdapat 222 anggota yang hadir secara virtual sehingga sudah mencapai kuorum.
"Menurut catatan Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir pada permulaan rapat paripurna DPR RI hari ini telah ditandatangani oleh hadir fisik 49 orang, hadir virtual 222, kemudian izin 20," ujar Lodewijk.
Adapun dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang IV tahun sidang 2022-2023 ini hanya berisi agenda tunggal, yakni pembacaan pidato Ketua DPR RI tanpa ada pembahasan hal lain.
Kritik Formappi
Peneliti Formappi, Lucius Karus mengkritik sikap DPR RI yang semakin sibuk dengan agenda politik masing-masing jelang Pemilu 2024.
Menurutnya, di tengah situasi pandemi yang sudah reda, semestinya tidak ada lagi rapat yang berlangsung secara hybrid.
"Harusnya tatib di DPR yang memperbolehkan rapat secara virtual ini dicabut. Kita sekarang sudah leluasa tanpa harus takut dengan urusan COVID," ujar Lucius, Selasa (14/3/2023).
Lucius mempertanyakan, jika rapat paripuran selalu digelar secara virtual, maka hasil keputusannya menjadi tidak jelas karena banyak anggota yang tak hadir secara fisik.
"Karena yang hadir secara virtual tidak pernah diberikan ruang untuk bisa ngomong seperti orang yang hadir langsung di ruangan," lanjut Lucius.
"Bagaimana pimpinan DPR bisa menyimpulkan bahwa orang-orang yang hadir secara virtual itu setuju dengan keputusan DPR? Selama ini kan hanya andai-andai saja," tandasnya.
- Penulis :
- Aditya Andreas






