Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jayapura Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kampung untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jayapura Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kampung untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Lokal
Foto: (Sumber: Mahasiswa Universitas Cenderawasih Papua mengunjungi wisata alam Hutan Sagu di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (ANTARA/Agustina Estevani Janggo))

Pantau - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, tengah membangun dan mengembangkan destinasi wisata alam di berbagai kampung sebagai upaya menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Potensi Wisata Alam Jadi Aset Ekonomi Baru

Kepala Disbudpar Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, menekankan pentingnya menggali kekayaan alam dan keunikan budaya lokal agar bisa menjadi destinasi unggulan yang berbasis masyarakat.

"Wisata alam seperti air terjun, danau, perbukitan, hingga kawasan adat di kampung-kampung merupakan aset ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan pariwisata harus melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat kampung agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga setempat.

"Misalnya masyarakat bisa mengelola homestay, menyediakan makanan khas lokal, menjadi pemandu wisata, hingga menjual produk kerajinan khas kampungnya," ujarnya.

Konsep Berbasis Komunitas dan Pelestarian Kearifan Lokal

Pengembangan wisata ini mengusung konsep berbasis komunitas dan pelestarian lingkungan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi juga pelaku utama.

"Kita tidak hanya bicara soal kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana masyarakat kampung menjadi pelaku utama dan penjaga kearifan lokal yang menjadi daya tarik wisata itu sendiri," kata Elisa.

Pemerintah daerah juga mendorong pelatihan dan pendampingan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) di kampung-kampung yang memiliki potensi wisata.

" Kami berharap kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha, lembaga adat, dan pemuda kampung dapat mempercepat terwujudnya desa wisata yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan," ia menegaskan.

Penulis :
Aditya Yohan