Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendiktisaintek Dorong Kampus Berinovasi Tangani Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mendiktisaintek Dorong Kampus Berinovasi Tangani Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan
Foto: (Sumber: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Universitas Islam Bandung (Unisba) juga Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu (7/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyerukan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan inovasi dalam penanganan permasalahan sampah saat meninjau fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan Universitas Islam Bandung dan Institut Teknologi Bandung pada Sabtu 7 Februari 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Mendiktisaintek berdialog langsung dengan tim teknis perguruan tinggi untuk membahas aspek teknologi, operasional, biaya, hingga standar lingkungan dari sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan.

“Yang kita dorong justru bagaimana teknologinya bisa memenuhi standar lingkungan dan bisa diuji secara terbuka,” ungkap Menteri Brian.

Menteri Brian menilai kesiapan sistem pengelolaan sampah perlu terus disempurnakan agar teknologi pengolahan sampah berbasis termal dan plasma dapat diterapkan secara aman, efisien, dan dapat direplikasi di berbagai daerah.

Ia menegaskan kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat riset, pengujian, dan pengembangan teknologi pengelolaan sampah, termasuk dalam memastikan pengelolaan emisi, efisiensi energi, serta keamanan lingkungan.

Mendiktisaintek juga mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar teknologi pengolahan sampah berbasis kampus sesuai dengan kebutuhan wilayah dan dinilai lebih efektif karena dapat mengurangi beban logistik pengangkutan sampah serta menekan biaya jangka panjang.

Rektor Unisba Harits Nu’man menjelaskan teknologi yang dikembangkan kampus mengedepankan prinsip keselamatan lingkungan melalui pemanfaatan plasma untuk memecah gas berbahaya hasil proses termal.

“Plasma ini bukan untuk membakar sampah, tetapi untuk memecah gas berbahaya agar emisinya aman. Sistem ini sudah melalui beberapa kali pengujian,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan teknologi pengelolaan sampah ITB akan berjalan sepenuhnya setelah uji coba dan proses sertifikasi dalam waktu dekat.

“Kami berencana untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah di ITB, hingga menyederhanakan pemilahan sampah menjadi sampah makanan atau organik, sampah yang bisa didaur ulang, dan sampah residu,” ungkapnya.

Di tingkat nasional, Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk konsisten menangani permasalahan sampah melalui aksi nyata Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah atau ASRI sebagai langkah konkret pengelolaan sampah berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan