Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Proyeksi Penduduk Sektoral Jadi Fondasi Strategis Hadapi Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Proyeksi Penduduk Sektoral Jadi Fondasi Strategis Hadapi Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam pembukaan "Diseminasi Policy Paper dan Population Outlook Proyeksi Penduduk Sektoral Tahun 2025-2045" yang berlangsung secara hibrida di Jakarta, Kamis 27/11/2025 (sumber: Kemendukbangga/BKKBN)

Pantau - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa proyeksi penduduk sektoral tahun 2025–2045 merupakan fondasi strategis untuk perencanaan pembangunan nasional di masa depan.

Penegasan tersebut disampaikan Isyana dalam acara Diseminasi Policy Paper dan Population Outlook Proyeksi Penduduk Sektoral Tahun 2025–2045 yang digelar secara hibrida di Jakarta pada Kamis, 27 November 2025.

"Saat ini Indonesia telah berada dalam periode bonus demografi, dan pada saat yang sama akan menghadapi perubahan struktur usia penduduk dalam dua dekade mendatang. Oleh karena itu, kemampuan kita untuk memproyeksikan dinamika penduduk menjadi sangat strategis," ungkapnya.

Proyeksi Penduduk Jadi Instrumen Kebijakan Berbasis Bukti

Isyana menjelaskan bahwa proyeksi penduduk sektoral adalah pendekatan yang mengaitkan dinamika jumlah dan struktur penduduk dengan kebutuhan pembangunan lintas sektor seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan ekonomi.

Proyeksi ini disusun dalam kerangka perencanaan jangka panjang menuju visi "Indonesia Emas 2045".

Menurutnya, proyeksi ini sangat penting untuk memastikan kebijakan yang inklusif, berbasis bukti, dan adaptif terhadap perubahan demografi.

Data hasil proyeksi akan menjadi acuan utama dalam penyusunan program pembangunan sektor kesejahteraan rakyat, penyediaan data sektoral, serta perumusan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang lebih terarah.

"Agar hasil proyeksi penduduk dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan dan penganggaran di pusat maupun daerah, diperlukan pengembangan konsep pemanfaatan data yang lebih tajam dan terarah. Hasil proyeksi sektoral menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa proyeksi penduduk benar-benar terintegrasi di dalam kebijakan pembangunan nasional dan daerah serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ia mengungkapkan.

Tantangan Demografi dan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Isyana memaparkan bahwa population outlook memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kependudukan terkini, tren proyeksi, tantangan demografi, sektor prioritas tematik, serta rekomendasi kebijakan strategis ke depan.

Outlook ini diharapkan menjadi panduan bersama bagi pemangku kebijakan agar memiliki persepsi dan arah yang selaras dalam menyikapi dinamika demografi.

Ia juga menekankan bahwa isu kependudukan bersifat multidimensi, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, urbanisasi, pembangunan keluarga, hingga stabilitas sosial.

Karena itu, ia mendorong perlunya kolaborasi kuat lintas sektor agar setiap kebijakan dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat secara tepat.

Dengan menjadikan proyeksi penduduk sektoral sebagai pijakan, Isyana berharap Indonesia mampu menyusun strategi pembangunan yang lebih presisi, responsif, dan berdaya saing.

Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dalam mencapai tujuan besar "Indonesia Emas 2045".

Penulis :
Shila Glorya