Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Lampung Klarifikasi Kemunculan Awan Lenticularis Bukan Penanda Hujan Badai

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Lampung Klarifikasi Kemunculan Awan Lenticularis Bukan Penanda Hujan Badai
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Situasi Kota Bandarlampung saat hendak terjadi hujan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi/aa..)

Pantau - BMKG Lampung mengklarifikasi bahwa kemunculan fenomena awan Lenticularis di wilayah Lampung bukanlah penanda hujan badai dan tidak berhubungan langsung dengan hujan lebat atau petir.

Fenomena Awan Lenticularis dan Penyebabnya

Awan Lenticularis merupakan jenis awan berbentuk lensa yang terbentuk akibat dinamika angin kuat yang melewati pegunungan atau perbukitan. Fenomena ini tidak disebabkan oleh cuaca buruk atau badai, melainkan oleh pergerakan udara yang melintasi wilayah geografis tertentu.

Awan Lenticularis Sering Muncul Saat Peralihan Musim

Fenomena awan Lenticularis sering terlihat di Indonesia, terutama saat peralihan musim atau ketika dinamika atmosfer sedang aktif. Awan ini umumnya teramati di sekitar wilayah pegunungan atau perbukitan, tempat angin dapat berinteraksi dengan topografi.

Durasi dan Dampak Awan Lenticularis

Awan Lenticularis bisa muncul dalam durasi yang bervariasi, mulai dari beberapa puluh menit hingga beberapa jam. Meskipun terlihat mencolok, awan ini tidak menimbulkan hujan atau badai, dan tidak menyebabkan kerusakan fisik seperti banjir atau angin puting beliung.

Indikasi Angin Kencang dan Turbulensi

Meskipun awan ini tidak menyebabkan bencana langsung, keberadaannya dapat menjadi tanda adanya angin kencang dan turbulensi di lapisan atmosfer atas. Hal ini dapat terasa sebagai hembusan angin kuat di permukaan, terutama di wilayah pegunungan.

Anjuran BMKG untuk Waspadai Potensi Angin Kencang

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang, terutama di daerah pegunungan, dan selalu mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG untuk langkah antisipasi yang tepat.

Penulis :
Ahmad Yusuf