HOME  ⁄  Nasional

Terisolasi Total Akibat Banjir Bandang, Warga KAT Sikundo Aceh Barat Bertahan dengan Bantuan Udara

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Terisolasi Total Akibat Banjir Bandang, Warga KAT Sikundo Aceh Barat Bertahan dengan Bantuan Udara
Foto: (Sumber: Warga korban banjir di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat menunggu distribusi bahan pokok dari pemerintah melalui helikopter yang dikirim ke kawasan pedalaman setempat, Kamis (1/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat)

Pantau - Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, mengalami situasi darurat setelah banjir bandang menghancurkan akses jalan sepanjang lima kilometer dan menghanyutkan satu-satunya jembatan gantung yang menghubungkan desa dengan wilayah luar.

Sekitar 40 kepala keluarga kini terisolasi total tanpa jalur darat, menyebabkan distribusi bantuan hanya bisa dilakukan melalui udara.

Bantuan Disalurkan Lewat Helikopter, Warga Bertahan dengan Risiko Tinggi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan bantuan logistik dengan menggunakan helikopter karena kondisi jalan yang rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Bantuan yang dikirim meliputi 125 kilogram beras, 15 paket sembako, satu unit genset, serta peralatan komunikasi darurat.

Plt. Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menjelaskan, "Bantuan disalurkan lewat udara karena akses jalan masih dalam perbaikan."

Situasi di lapangan memaksa warga menggunakan ban bekas untuk menyusuri aliran sungai sejauh lima kilometer demi mendapatkan kebutuhan dasar, meski sangat berisiko.

Kondisi ini memicu kekhawatiran atas keselamatan warga, terutama anak-anak yang kini tidak dapat mengakses sekolah.

Kondisi Mirip Insiden 2019, Bupati Nyatakan Situasi Memprihatinkan

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyebut kondisi masyarakat Sikundo sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera.

"Satu-satunya jembatan gantung yang dulu dibangun setelah viral insiden 2019, kini hanyut," ungkapnya.

Ketiadaan perahu, sulitnya akses off-road yang hanya bisa ditembus mobil 4x4 dengan sopir berpengalaman, serta keterbatasan komunikasi membuat desa tersebut benar-benar terputus dari dunia luar.

Saat ini warga mengalami kekurangan pangan dan obat-obatan, sementara layanan kesehatan belum tersedia secara langsung di lokasi.

Pemerintah daerah menilai situasi sebagai darurat kemanusiaan dan menekankan perlunya percepatan pembangunan jembatan darurat, pembukaan akses jalan, serta pengiriman bantuan logistik dan layanan medis secara berkala.

Penulis :
Gerry Eka

Terpopuler