
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pemulihan Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Aceh Utara pascabencana banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan infrastruktur irigasi dan akses logistik ke wilayah pertanian.
Pemulihan ini menjadi prioritas karena menyangkut ketahanan pangan, penghidupan petani, dan mencegah penurunan produktivitas lahan pertanian di dua kabupaten terdampak, yaitu Aceh Utara dan Aceh Timur.
Luas Irigasi Terdampak Capai 22.501 Hektare
Daerah Irigasi Jambo Aye memiliki cakupan luas dengan intake kiri melayani 19.473 hektare dan intake kanan seluas 3.028 hektare lahan pertanian.
Kerusakan akibat bencana meliputi tertutupnya saluran irigasi oleh lumpur dan kayu gelondongan, hilangnya alur sungai, serta terputusnya akses jalan distribusi air dan logistik.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan pemulihan irigasi dalam konteks ketahanan pangan nasional.
"Pemulihan fungsi irigasi menjadi prioritas karena menyangkut ketahanan pangan dan penghidupan petani. Irigasi adalah tulang punggung pertanian," ungkapnya.
BWS Sumatera I Lakukan Pemulihan Infrastruktur dan Sungai
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menangani berbagai pekerjaan teknis, mulai dari perapian jalan yang rusak hingga pembersihan akses logistik menuju area pertanian.
Langkah-langkah yang dilakukan mencakup:
Pembersihan kayu gelondongan di bendung Jambo Aye
Rehabilitasi tiga bangunan sadap
Pembangunan pintu air dan pengendali banjir
Perkuatan tebing sungai dan normalisasi aliran
Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian, khususnya pada titik-titik irigasi yang tertimbun lumpur.
Data awal mencatat, bencana serupa turut berdampak pada irigasi di tiga provinsi di Sumatera, sehingga pemulihan dilakukan secara terintegrasi.
- Penulis :
- Gerry Eka







