
Pantau - Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan menargetkan pencetakan lahan sawah baru seluas 350 hektare pada 2026 guna menambah luas tanam dan meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sarolangun Dulmuin menyampaikan target tersebut di Sarolangun pada Sabtu, 28 Februari 2026.
"Tahun ini 2026, pemerintah daerah menargetkan tambahan 350 hektare lahan baru, harapannya produksi padi di Sarolangun bisa meningkat," ungkapnya.
Selain program cetak sawah, pemerintah daerah kembali mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan kepada Kementerian Pertanian untuk mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Sarolangun.
Bantuan alat pertanian dinilai sangat dibutuhkan petani saat memulai masa tanam maupun penanganan panen agar potensi lahan dapat dioptimalkan secara maksimal.
Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan intensitas masa tanam dari satu kali setahun menjadi dua kali, bahkan ditargetkan mencapai tiga kali tanam dalam setahun atau IP300.
Saat ini, luas lahan pertanian di Kabupaten Sarolangun tercatat sekitar 8.997 hektare.
Rincian lahan tersebut meliputi 3.997 hektare lahan baku sawah atau eksisting, 2.000 hektare lahan tanpa penggenangan air atau lahan kering, serta 3.000 hektare sawah yang memiliki saluran irigasi.
Dulmuin mengungkapkan capaian program tahun sebelumnya sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian daerah.
"Tahun lalu, program cetak sawah telah terealisasi seluas 433 hektare yang tersebar di 12 desa pada lima kecamatan. Ini merupakan bagian dari program strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di sektor pertanian padi sawah," ujarnya.
Realisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, terutama pada sektor pertanian padi sawah.
Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam visi Kabupaten Sarolangun Maju 2025–2030.
Pertanian modern diharapkan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sarolangun.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







