HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Amran Perkuat Irigasi Perpompaan untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mentan Amran Perkuat Irigasi Perpompaan untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian Nasional
Foto: (Sumber : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) dalam kunjungan kerja ke Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkuat program irigasi perpompaan sebagai strategi utama meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di lahan kering, melalui peningkatan intensitas tanam petani.

Pompanisasi Ubah Pola Tanam Petani

Program irigasi perpompaan ditegaskan Mentan saat kunjungan kerja di Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4).

Amran menyebut teknologi pompanisasi mampu mengubah pola tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Kebijakan ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan baru,” ujarnya.

Ia meninjau langsung fasilitas pompa berkapasitas 5.000 liter yang telah mengairi sekitar 20 hektare lahan dan meningkatkan hasil panen petani setempat.

“Ini sangat kreatif, di mana pompanisasi di sini sudah jalan, yang dulu panen satu kali, menjadi tiga kali,” ungkapnya.

Target Nasional dan Tambahan Produksi

Mentan menegaskan program tersebut akan direplikasi secara nasional untuk mengoptimalkan lahan kering atau upland.

“Harapan kita seluruh Indonesia, tanah-tanah lahan kering yang panen satu kali bisa menjadi dua kali, tiga kali karena kita akan pasang pompa,” katanya.

Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran hingga Rp5 triliun untuk mendukung percepatan program tersebut.

“Kami sudah anggarkan sampai Rp5 triliun untuk pompanisasi,” jelasnya.

Ia memperkirakan jika program menjangkau 1 juta hektare lahan dengan produktivitas 6 ton per hektare, maka tambahan produksi bisa mencapai 6 juta ton gabah.

Selain pompanisasi, pemerintah juga menjalankan strategi pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan rawa sebagai upaya terpadu meningkatkan produksi.

“Inilah langkah-langkah kita tempuh sehingga produksi naik tajam, yaitu 13 persen atau 4 juta ton,” ungkap Amran.

Ia juga menekankan konsep Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai kunci peningkatan produksi tanpa menambah luas lahan.

“Ini namanya Luas Tambah Tanam (LTT), jadi lahan tetap, tapi luas tanamnya yang bertambah,” katanya.

Untuk percepatan implementasi, Mentan akan mengundang kepala daerah guna memastikan kebutuhan pompanisasi terpenuhi sesuai arahan Presiden.

Penulis :
Ahmad Yusuf