HOME  ⁄  Ekonomi

Kepala Bapanas Sebut Indonesia Capai Swasembada Plus dan Siap Hadapi Ancaman El Nino

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kepala Bapanas Sebut Indonesia Capai Swasembada Plus dan Siap Hadapi Ancaman El Nino
Foto: (Sumber : Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan tingkat lanjut atau swasembada plus, khususnya beras, dan siap menghadapi fenomena El Nino.

Swasembada Pangan dan Peran Kebijakan Pemerintah

Amran menyebut capaian swasembada ditandai dengan tidak adanya impor beras medium serta terpenuhinya kebutuhan konsumsi dari produksi dalam negeri.

"Negara ini tidak impor beras medium berarti swasembada sempurna," ujar Amran.

Ia menegaskan capaian tersebut diraih dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun yang direncanakan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pangan nasional.

“Presiden kita hebat. Capaian hari ini pangan aman,” katanya.

Selain beras, Indonesia juga disebut telah swasembada pada komoditas lain seperti telur ayam, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, cabai, hingga minyak goreng.

Stok Beras Tinggi dan Antisipasi El Nino

Amran optimistis Indonesia mampu menghadapi potensi krisis pangan akibat El Nino karena ketersediaan stok yang mencukupi.

“Krisis pangan dunia karena ada El Nino, kita bisa hadapi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai 4,8 juta ton dan diperkirakan segera menyentuh 5 juta ton.

“Alhamdulillah, stok Bulog 4,8 juta ton,” ungkapnya.

Data Bapanas menunjukkan produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton sepanjang 2025, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 31,16 juta ton.

Selain itu, produksi daging ayam ras tercatat 4,29 juta ton dengan konsumsi 4,12 juta ton, sementara telur ayam ras mencapai 6,54 juta ton dengan konsumsi 6,47 juta ton.

Amran juga menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) nasional terus terjaga di atas 120 sejak pertengahan 2024 sebagai indikator kesejahteraan petani yang meningkat.

Dengan capaian tersebut, pemerintah menilai ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi kuat untuk menghadapi dinamika global dan perubahan iklim.

Penulis :
Ahmad Yusuf