HOME  ⁄  Nasional

Bapanas Genjot Program SPHP untuk Stabilkan Harga Beras di Tengah Fluktuasi Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bapanas Genjot Program SPHP untuk Stabilkan Harga Beras di Tengah Fluktuasi Nasional
Foto: (Sumber : Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan akan terus mengintervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

"SPHP beras di tahun 2026 kita targetkan sebanyak 828 ribu ton. Jadi beras SPHP ini menjadi instrumen sangat penting untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga," ujar Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto di Jakarta, Kamis (16/4).

Langkah tersebut dilakukan di tengah fluktuasi harga beras yang masih terjadi di sejumlah wilayah, meski secara nasional dinilai tetap terkendali.

Harga Beras Masih Terkendali Meski Alami Kenaikan di Sejumlah Daerah

Bapanas mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras terjadi di 83 kabupaten/kota pada pekan kedua April 2026.

Namun, hanya 41 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dengan sebaran di 19 provinsi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bapanas meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP agar intervensi harga dapat berjalan lebih efektif.

"Jadi Bulog agar segera untuk mempercepat realisasi beras SPHP, sehingga dapat berlangsung lebih kencang," kata Andriko.

Hingga 14 April 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 111,2 ribu ton sejak awal Maret.

Bantuan Pangan Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat

Selain SPHP, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Kemudian, selain beras SPHP, Badan Pangan Nasional juga menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng per KPM sebanyak 33,2 juta seluruh Indonesia. Ini gratis. Kalau SPHP yang tadi, beras dengan harga murah," jelasnya.

Bapanas mencatat hingga pertengahan April, realisasi bantuan pangan telah mencapai 87,4 juta kilogram beras dan 17,5 juta liter minyak goreng di 34 provinsi.

Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 4,75 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan dinilai memperkuat stabilitas harga serta menekan inflasi beras.

Penulis :
Aditya Yohan