HOME  ⁄  Nasional

BNPT Fasilitasi Suplai Lele ke Dapur MBG Cirebon untuk Perkuat Ketahanan Desa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNPT Fasilitasi Suplai Lele ke Dapur MBG Cirebon untuk Perkuat Ketahanan Desa
Foto: (Sumber : Kepala BNPT Eddy Hartono (dua dari kanan) saat meninjau kondisi budidaya ikan lele pada program Desa Siapsiaga di Desa Jamblang, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Fathnur Rohman..)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memfasilitasi suplai ikan lele ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melalui program Desa Siapsiaga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi sekaligus pencegahan radikalisme.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut Desa Siapsiaga yang mengintegrasikan aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian tindak lanjut Program Desa Siapsiaga BNPT,” kata Eddy di Desa Jamblang, Cirebon, Kamis.

Ia menjelaskan program Desa Siapsiaga bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap potensi penyebaran paham radikal terorisme.

Pengembangan Budidaya dan Distribusi Lele

BNPT telah menetapkan delapan desa di Kabupaten Cirebon sebagai lokasi program Desa Siapsiaga dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Melalui program tersebut, budidaya ikan lele dikembangkan menggunakan 24 kolam bioflok yang dikelola bersama warga setempat.

Hasil budidaya tersebut akan disalurkan ke tiga dapur MBG di wilayah Cirebon dengan target distribusi mencapai sekitar 500 kilogram setiap pekan.

“Nanti rencananya setiap minggu akan diberikan kurang lebih 500 kilogram lele,” ujar Eddy.

Strategi Pencegahan Radikalisme Berbasis Ekonomi

BNPT bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan yayasan pengelola MBG untuk memastikan kelancaran program distribusi tersebut.

Menurut Eddy, penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan penyebaran paham radikal di tingkat desa.

Ia menambahkan ke depan program budidaya tidak hanya terbatas pada ikan lele, tetapi juga dapat dikembangkan ke komoditas lain seperti ikan nila sesuai kebutuhan lapangan.

“Ke depan mungkin tidak hanya lele, tetapi juga ikan nila dan lainnya, melihat situasi di lapangan,” ucapnya.

Program ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program MBG di daerah.

Penulis :
Aditya Yohan