HOME  ⁄  Nasional

Program Kampung Nelayan di Tangerang Dinilai Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Warga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program Kampung Nelayan di Tangerang Dinilai Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Warga
Foto: (Sumber : Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan atau IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M).)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan pembangunan Kampung Nelayan di Desa Tanjung Anom, Kabupaten Tangerang, Banten, mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan nelayan setempat.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga dan semua kalangan masyarakat (membangun hunian) bisa untuk menyejahterakan nelayan. Selain itu bisa kita perkuat dari waktu ke waktu,” ujar AHY usai meninjau lokasi, Kamis (16/4).

Program tersebut merupakan bagian dari Kampung Nelayan Merah Putih yang ditujukan untuk menata kawasan pesisir menjadi permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif.

Hunian Layak dan Fasilitas Pendukung

AHY menjelaskan pembangunan dilakukan di atas lahan sekitar 1,3 hektare dengan total 110 unit rumah bagi nelayan.

“Jadi hasil kolaborasi ini biasa menggelontorkan kurang lebih Rp5,5 miliar untuk perbaikan dan pembangunan 110 rumah. Kurang lebih itu luas tanahnya 60 meter persegi dan bangunannya 30 meter persegi,” katanya.

Selain hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, puskesmas, sekolah, pabrik es, hingga tanggul untuk melindungi dari abrasi laut.

Menurutnya, perubahan kawasan yang sebelumnya tidak tertata kini menjadi lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman turut mendukung peningkatan kualitas hidup nelayan.

Skema Pembiayaan Ringan dan Berkelanjutan

Dalam skema kepemilikan, nelayan memperoleh hunian melalui koperasi dengan sistem cicilan yang terjangkau.

“Jadi ini adalah sesuatu yang ringan dan semakin terjangkau bagi masyarakat yang ada di sini. Sebagian sudah menambah sendiri jumlah kamarnya, termasuk memperluas dapur,” ungkapnya.

Ia menyebut cicilan dilakukan sekitar Rp140.000 per minggu dengan tenor kurang lebih empat tahun.

Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan program tersebut, termasuk penyelesaian status lahan dan penguatan fasilitas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan