
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, namun Teheran menyatakan pemimpinnya tetap aman.
Berita dimuat pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08:50 WIB dengan waktu baca 2 menit.
Trump menulis di media sosial, “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas,” tanpa menyertakan bukti atas pernyataannya.
Ia menyebut Khamenei tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih Amerika Serikat serta menyatakan kerja sama erat AS dengan Israel membuat pemimpin Iran dan sejumlah pejabat lain tidak mampu meloloskan diri.
Klaim tersebut disebut membenarkan laporan media, sementara pihak Iran membantahnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kepada media AS bahwa pemimpin tertinggi mereka dalam keadaan aman namun tidak memberikan bukti pendukung.
Kantor berita Rusia Sputnik melaporkan Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat setelah serangan gabungan tersebut.
Ghaempanah menulis di platform X, “Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya baik,”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei juga mengatakan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tidak terluka.
Baghaei menyatakan, “Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja,” seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti








