
Pantau - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan sebanyak 1.700 paket sembako dan memperkuat program pembangunan kawasan transmigrasi di Barelang, Batam, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari agenda pembangunan berbasis ekosistem kawasan sepanjang tahun 2026.
Penyaluran bantuan sosial tersebar di tiga lokasi utama: Tanjung Banun sebanyak 227 paket, Rempang Cate 392 paket, dan Sembulang 1.081 paket.
Transmigrasi Didorong Jadi Program Pembangunan Manusia dan Ekonomi
Kementrans menegaskan bahwa program transmigrasi tidak lagi dipahami sekadar sebagai relokasi penduduk, tetapi sebagai upaya membangun kawasan dan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sebanyak 227 kepala keluarga telah menerima sertifikat hak atas tanah sebagai bentuk kepastian hukum dan komitmen negara untuk menghindari konflik agraria di kawasan transmigrasi.
“Pembangunan transmigrasi kini berbasis ekosistem kawasan, bukan sekadar pemindahan penduduk. Negara membangun sistem ekonomi, bukan sekadar membagi lahan,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah S. Suryanagara.
Beasiswa dan Ekspedisi Patriot, Penguatan SDM Transmigrasi Dimulai
Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama, dengan pelibatan langsung akademisi melalui program Tim Ekspedisi Patriot, yang merupakan kolaborasi dengan tujuh kampus nasional terbaik.
Tim ini telah menghasilkan lebih dari 400 temuan riset dan pemetaan ekonomi kawasan yang menjadi dasar kebijakan dan pendampingan ekonomi transmigran.
Mulai tahun 2026, Kementrans juga meluncurkan program Beasiswa Patriot yang diperuntukkan bagi anak-anak transmigran untuk melanjutkan pendidikan tinggi dari kawasan transmigrasi, dengan Tanjung Banun sebagai lokasi awal pelaksanaan.
Fasilitas Pendidikan dan Umum Dibangun di Tanjung Banun
Sebagai penunjang, Kementrans membangun kompleks infrastruktur di Tanjung Banun, meliputi Modular Box Tower sebagai bangunan prefabrikasi fleksibel, kolam renang standar olimpiade, serta gedung serba guna.
Langkah ini memperkuat posisi kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru yang tidak hanya layak huni, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka







