
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia untuk memperluas akses serta implementasi kebijakan pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa hingga ke pelosok.
Kolaborasi Strategis Dukung Program Pembangunan Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bank BRI menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas pemerintah di tingkat desa.
Yandri menegaskan bahwa AstaCita ke-6 Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dijalankan oleh Kemendes secara mandiri karena pembangunan desa membutuhkan pengelolaan manajerial yang kuat, termasuk dalam bidang keuangan.
"AstaCita ke-6 Presiden Prabowo tidak bisa dijalankan Kemendes sendiri karena pembangunan desa membutuhkan pengelolaan manajerial yang kuat, termasuk keuangan," ungkap Yandri Susanto.
Ia menjelaskan bahwa Bank BRI berperan penting sebagai penyalur bantuan sosial, Kredit Usaha Rakyat, serta pembiayaan bagi Badan Usaha Milik Desa dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di tingkat desa.
Sebagai bank milik negara dengan usia lebih dari satu abad, Yandri menilai kiprah, relasi, dan jaringan Bank BRI yang luas dan teruji menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Pendampingan Desa dan Perluasan Akses Keuangan
Direktur Utama Bank BRI Hery Gunardy menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan pendampingan kepada desa melalui berbagai program pengembangan.
Salah satu program tersebut adalah inkubasi desa yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, pelatihan, serta penguatan ekosistem digital desa.
"Pendampingan ini kami lakukan untuk mendukung program strategis pemerintah agar tercipta nilai ekonomi yang berkelanjutan di desa," ungkap Hery Gunardy.
Ia menambahkan bahwa Bank BRI terus memperluas akses layanan keuangan melalui jaringan agen yang telah menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia.
Hery menyampaikan bahwa perluasan inklusi keuangan dilakukan melalui infrastruktur jaringan konvensional, hibrid, dan digital dengan menyediakan produk serta layanan keuangan yang lengkap dan komprehensif sesuai kebutuhan nasabah mikro, termasuk Badan Usaha Milik Desa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








