Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian WN Spanyol Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian WN Spanyol Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
Foto: (Sumber: Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso (kiri) melepas keberangkaran tim petugas gabungan yang diangkut menggunakan KN SAR Ganesha dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (2/12/2025), untuk operasi SAR korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga-Tapanuli Raya, Sumatera Utara. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Basarnas menegaskan komitmen memberikan pelayanan terbaik dalam operasi pencarian dan pertolongan warga negara Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso menyampaikan komitmen tersebut di Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026, terkait pelaksanaan operasi SAR yang telah dilakukan secara maksimal.

"Intinya tim SAR gabungan memberikan pelayanan yang terbaik terhadap warga yang mengalami kedaruratan, upaya maksimal juga sudah kami laksanakan berikut perpanjangan operasi pertama dan perpanjangan yang kedua," ungkapnya.

KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan saat berlayar di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025.

Kapal tersebut mengangkut total 11 orang yang terdiri atas enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat kru kapal.

Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat orang lainnya dinyatakan hilang, termasuk seorang pelatih sepak bola tim perempuan Valencia FC B dan tiga anaknya.

Laporan kedaruratan diterima Basarnas pada 26 Desember 2025 dan sejak saat itu tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat berupa arus laut yang kuat yang menyulitkan proses penyelaman.

Basarnas memutuskan melakukan dua kali perpanjangan masa operasi pencarian, dengan perpanjangan terbaru berlangsung selama dua hari pada 8 hingga 9 Januari 2026.

Keputusan perpanjangan tersebut dilakukan selaras dengan permintaan resmi Duta Besar Spanyol untuk Indonesia melalui surat kepada Basarnas.

Perpanjangan operasi juga diputuskan setelah tim SAR menemukan korban ketiga beserta bangkai kapal di area pencarian.

Dalam operasi lanjutan, tim SAR gabungan mengerahkan 168 personel dari berbagai unsur dengan dukungan 18 alat utama serta peralatan bawah air seperti ROV dan sonar.

Multibeam sonar dari Institut Teknologi Bandung dan Distrik Navigasi Kupang turut digunakan untuk memfokuskan pencarian di perairan sekitar Pulau Padar dan Labuan Bajo.

Basarnas menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta atas dukungan dan perhatian yang diberikan selama proses pencarian berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf