Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Rendam 20 Sekolah di Kalsel, Disdikbud Prioritaskan Perbaikan pada 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Banjir Rendam 20 Sekolah di Kalsel, Disdikbud Prioritaskan Perbaikan pada 2026
Foto: Disdikbud Kalsel melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir, Martapura, Jumat 9/1/2026 (sumber: MC Kalsel)

Pantau - Sekitar 20 sekolah negeri di Kalimantan Selatan (Kalsel) terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, mengungkapkan bahwa proses pendataan masih berlangsung, terutama untuk sekolah swasta.

"Kami melakukan identifikasi terhadap sekolah SMA, SMK dan SLB se-Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. Kurang lebih ada 20 sekolah, namun untuk sekolah swasta masih kami himpun datanya," ungkapnya.

Dampak Banjir Terhadap Sekolah dan Proses Belajar

Sekolah yang terdampak mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di sejumlah daerah seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

Contohnya, SMAN 3 Martapura mengalami genangan air setinggi 60–70 sentimeter yang mengganggu akses masuk sekolah.

"Kondisi banjir tentu mempengaruhi proses belajar mengajar. Seperti di SMAN 3 Martapura, akses masuk sekolah terendam hampir 50 centimeter. Namun, kami sudah melakukan rekayasa konstruksi, dan alhamdulillah meja serta kursi dapat diamankan sehingga tidak mengalami kerusakan," ia mengungkapkan.

Tingkat dampak bervariasi, mulai dari genangan di halaman hingga masuk ke ruang kelas dan ruang praktik.

Sekolah-sekolah yang tercatat terdampak antara lain SLB Negeri 1 Amuntai, SMAN 3 Martapura, SMAN 1 Mataraman, SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, SMAN 1 Gambut, SMK Sungai Tabuk, SMK Kertak Hanyar, SMK NU Ma’arif, SMAN 13 Banjarmasin, SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, dan SMK Harapan Bangsa.

Sementara itu, tidak ada sekolah terdampak di wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru.

Langkah Disdikbud dan Rencana Perbaikan

Disdikbud Kalsel telah mengambil langkah pengamanan untuk meminimalkan kerusakan sarana dan prasarana sekolah, serta mendorong pembelajaran tetap berjalan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Dalam kondisi banjir, kami tidak ingin anak-anak kehilangan kesempatan belajar. Oleh karena itu, kami menerapkan PJJ atau pembelajaran daring. Kami juga memberikan relaksasi kepada sekolah, guru, dan peserta didik, termasuk dalam hal absensi," jelas Tantri.

Tantri juga menyampaikan bahwa perbaikan sekolah terdampak menjadi prioritas Disdikbud Kalsel pada tahun 2026.

"Perbaikan sekolah terdampak menjadi prioritas kami di tahun 2026. Kami sedang menghitung tingkat kerusakan dan alokasi anggaran yang harus disiapkan," ungkapnya.

Ia berharap masyarakat turut mendukung dan mendoakan agar banjir segera surut sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal.

Penulis :
Arian Mesa