Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

UIN Jakarta Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Rektor Tekankan Integritas dan Pengabdian Ilmu

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

UIN Jakarta Kukuhkan 7 Guru Besar Baru, Rektor Tekankan Integritas dan Pengabdian Ilmu
Foto: Pengukuhan tujuh guru besar baru di lingkungan Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu 4/1/2026 (sumber: UIN Jakarta)

Pantau - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan tujuh profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026.

Dengan pengukuhan ini, jumlah total Guru Besar di UIN Jakarta kini mencapai 151 orang.

Rektor UIN Jakarta, Asep Saepuddin Jahar, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti komitmen institusi dalam memajukan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Rektor Tegaskan Tanggung Jawab Moral Guru Besar

Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa gelar profesor bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga amanah moral yang besar.

"Guru Besar adalah amanah sebagai pencapaian tertinggi. Saya menekankan kepada bapak-bapak yang dikukuhkan hari ini: teruslah mengabdi, ilmu bukan untuk diri sendiri tapi untuk masyarakat. Komitmen dan integritas harus dibangun di atas segalanya," ungkapnya.

Ia menyoroti bahwa peningkatan jumlah guru besar memperkuat posisi UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia.

Rektor juga menyatakan bahwa penambahan ini adalah bagian dari transformasi besar UIN menuju keunggulan global.

Namun, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab seorang guru besar tak berhenti pada gelar.

Asep menekankan pentingnya integritas dan produktivitas akademik, termasuk menulis buku dan publikasi jurnal secara berkala.

Menurutnya, kewajiban administratif seperti publikasi setiap tiga tahun hanyalah standar minimal.

Tujuh Guru Besar Baru dari Beragam Bidang Ilmu

Asep juga menyampaikan harapannya agar para guru besar tidak hanya mengejar aspek finansial dari jabatan tersebut.

"Jangan hanya mengejar tunjangan, tetapi mengabdilah karena cinta kepada ilmu. Jadilah garda terdepan dalam pembangunan pendidikan Islam, sebagaimana yang telah dirintis oleh tokoh-tokoh besar kita seperti Prof. Harun Nasution dan Prof. Azyumardi Azra," ia mengungkapkan.

Tujuh guru besar yang dikukuhkan dalam sidang tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu:

  1. Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. (Ilmu Komunikasi Politik)
  2. Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si. (Biologi Terapan/Ekologi)
  3. Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. (Kecerdasan Artifisial)
  4. Prof. Dr. H. M. Yakub, M.A. (Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam)
  5. Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag. (Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan)
  6. Prof. Dr. H. Mahsusi, M.M. (Manajemen SDM Pendidikan Islam)
  7. Prof. Dr. H. Kholid Al Walid, M.Ag. (Filsafat Islam)

Mengakhiri pidatonya, Asep menyampaikan optimismenya terhadap masa depan UIN Jakarta.

"Dengan total 151 Guru Besar, UIN Jakarta optimis dapat terus memimpin dalam inovasi pendidikan Islam dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional di era modern," ungkapnya.

Penulis :
Arian Mesa