
Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden makanan busuk di Lampung dan kasus keracunan massal siswa di Mojokerto, Jawa Timur.
Insiden di Lapangan Jadi Alarm Serius
Neng Eem menyatakan keprihatinannya atas dua kejadian tersebut yang menurutnya mencerminkan lemahnya pengawasan serta standar keamanan pangan dalam implementasi program MBG.
"Kami sangat prihatin ketika anak-anak justru terdampak keracunan atau menerima makanan yang tidak layak. Kejadian ini menjadi alarm serius bahwa tata kelola dan pengawasan MBG harus diperbaiki secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan adalah harga mati dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini", ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa musim hujan mempercepat pembusukan bahan pangan, sehingga pelaksanaan program tidak bisa dilakukan dengan mekanisme normal.
Ia menekankan pentingnya penyesuaian prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure / SOP) agar selaras dengan kondisi lingkungan dan risiko yang ada.
Menurutnya, potensi kontaminasi pangan bisa terjadi di semua tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan di dapur, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Langkah Pencegahan dan Pengawasan Diperketat
Untuk mencegah kejadian serupa, Neng Eem menekankan sejumlah langkah krusial yang harus segera diterapkan.
Pemeriksaan kualitas dan kesegaran bahan pangan harus diperketat sebelum bahan masuk ke proses pengolahan.
Penerapan standar penyimpanan yang memadai, termasuk pengaturan suhu dan waktu distribusi, harus dilakukan agar makanan tetap aman dikonsumsi.
Kebersihan fasilitas pengolahan harus menjadi prioritas utama, termasuk higienitas dapur, peralatan masak, dan ketersediaan air bersih.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dianggap penting, khususnya bagi petugas SPPG.
"Petugas SPPG harus terus di-upgrade kapasitasnya karena merekalah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas dan keamanan MBG", ia mengungkapkan.
Neng Eem juga mengingatkan bahwa jika masalah ini tidak segera dibenahi dan terus berulang, maka kesehatan anak-anak akan terancam dan kepercayaan publik terhadap program MBG bisa menurun.
"Jika kepercayaan publik menurun, tujuan besar program ini untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia akan terganggu. Komisi IX DPR RI akan terus mengawal agar program MBG berjalan aman, higienis, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat", ujarnya.
- Penulis :
- Shila Glorya







