
Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur Nababan, menyoroti Program Magang Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan karena dinilai berpotensi disalahgunakan oleh perusahaan apabila tidak diawasi secara ketat.
Sukur mengkhawatirkan perusahaan menjadi terlalu nyaman menggunakan tenaga magang dibanding merekrut pekerja tetap, sehingga menciptakan kondisi kerja yang tidak adil.
"Ada dampaknya. Jangan-jangan ini menjadi skenario upah murah. Ini yang berbahaya. Dari mana perusahaan mengkhayalkan pekerja tetap yang harus diupah mahal, lalu akhirnya memilih menggunakan tenaga magang saja", ungkapnya.
Ia memperingatkan bahwa jika program ini dibiarkan tanpa pengaturan dan pengawasan yang jelas, maka dapat berdampak serius terhadap tingkat pengangguran di Indonesia.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan nakal bisa memanfaatkan celah ini untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja tetap dan menggantinya dengan tenaga magang.
"Akan terjadi PHK. Perusahaan-perusahaan nakal bisa memanfaatkan pegawai magang. Akibatnya, banyak pengangguran, termasuk pekerja kita yang sudah terlatih. Mereka yang tidak punya salah apa pun tiba-tiba terkena PHK. Ini akan menjadi masalah serius", ia mengungkapkan.
Sukur merupakan politisi dari Fraksi PDI Perjuangan yang aktif dalam isu ketenagakerjaan di parlemen.
Legislator Lain Ikut Soroti Potensi Eksploitasi
Selain Sukur, anggota Komisi IX DPR RI lainnya, Netty Prasetiyani, turut menyoroti Program Magang Nasional dan menekankan pentingnya perlindungan serta pembinaan peserta magang.
"Harus ada early warning bagi kita tentang bagaimana ekosistem yang disediakan perusahaan terhadap para fresh graduate yang magang di tempat mereka", ujar Netty.
Netty, yang merupakan politisi dari Fraksi PKS dan legislator daerah pemilihan Jawa Barat VIII, meminta Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperketat pengawasan terhadap perusahaan peserta magang.
Ia menekankan bahwa pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk mencegah praktik eksploitasi dan penyimpangan dari tujuan awal program magang.
"Jangan sampai terjadi eksploitasi. Kita ingin output dari Program Magang Nasional ini adalah kesan yang baik dan pengalaman yang positif bagi peserta magang, sebagai bekal sebelum mereka menjadi pekerja tetap di perusahaan tersebut atau di tempat lain", tambahnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








