
Pantau - Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada Jumat malam, 13 Januari 2026.
Penutupan Operasi SAR Diumumkan Resmi oleh Kepala Basarnas
Penutupan operasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Sulawesi Selatan.
"Malam hari ini, saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku koordinator besar SAR, menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat ATR saya nyatakan selesai," ungkapnya.
Operasi SAR ini berlangsung selama tujuh hari sejak kecelakaan terjadi dan melibatkan berbagai unsur gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat.
Lokasi Sulit Jadi Tantangan Utama Tim SAR
Tim SAR menghadapi tantangan berat selama proses pencarian karena lokasi jatuhnya pesawat berada di wilayah pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
Pegunungan Bulusaraung dikenal memiliki kontur berbatu dan hutan lebat, yang mempersulit proses evakuasi korban maupun pencarian puing-puing pesawat.
Sampai penutupan operasi, seluruh sumber daya telah dimaksimalkan dan prosedur evakuasi telah dilaksanakan sesuai standar yang berlaku.
Penutupan operasi ini menandai berakhirnya upaya pencarian secara resmi oleh negara, meskipun investigasi lebih lanjut kemungkinan masih akan dilakukan oleh otoritas terkait.
- Penulis :
- Leon Weldrick



