
Pantau - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tujuh paket kantong korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT dari wilayah pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dalam operasi yang dilakukan pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa cuaca yang mendukung dan profesionalisme tim memungkinkan evakuasi dapat dilakukan melalui jalur udara.
"Alhamdulillah, cuaca pada hari ini memungkinkan untuk dilaksanakannya evakuasi melalui jalur udara. Hal ini juga didukung oleh kemampuan pesawat yang digunakan serta keahlian dan profesionalisme seluruh crew pesawat yang terlibat dalam operasi," ungkapnya.
Proses Evakuasi Melalui Udara dan Jalur Darat
Ketujuh paket kantong korban terdiri dari enam kantong jenazah dan satu kantong body part (potongan tubuh).
"Enam kantong jenazah, dan satu kantong body part (potongan tubuh)," ia mengungkapkan.
Evakuasi dilakukan oleh SRU udara dengan koordinasi ketat antarunsur dan pengawasan langsung dari pimpinan agar seluruh tahapan berjalan aman dan terkendali.
Panglima Komando Operasi AU II dan Kepala Basarnas memantau langsung proses evakuasi dari helikopter Caracal milik TNI AU.
Kapolda Sulsel turut serta dalam pemantauan dari helikopter Bell 429, sementara helikopter Basarnas Dauphin HR 3601 juga dikerahkan sebagai dukungan tambahan.
Helikopter Caracal TNI AU melaksanakan tiga sorti penerbangan, masing-masing menjemput dua paket pada sorti pertama dan kedua, serta satu paket pada sorti ketiga.
Helikopter Basarnas Dauphin HR 3601 melaksanakan dua sorti penerbangan, masing-masing menjemput satu paket.
Seluruh paket kemudian diterbangkan ke Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin dan dilanjutkan dengan jalur darat menggunakan tujuh ambulans menuju Posko DVI Biddokes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar.
Total 11 Paket Sudah Diserahkan ke Tim DVI
Dengan tambahan tujuh paket hari ini, total keseluruhan yang telah diserahkan ke tim DVI berjumlah 11 paket, yang terdiri dari sepuluh kantong jenazah dan satu paket kantong body part yang telah disatukan.
Dari jumlah tersebut, tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi tiga korban, sementara tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Pesawat ATR 42-500 PK-THT mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat tersebut membawa total 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.
- Penulis :
- Leon Weldrick







