
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah empat unit pompa penyedot air di Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, guna mempercepat penanganan banjir yang melanda wilayah tersebut.
Pompa Ditambah, Bantuan Disalurkan
"Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit," ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pengungsian di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Pramono menyerahkan berbagai bantuan kepada warga terdampak banjir.
Bantuan yang diberikan mencakup beras sebanyak 500 kilogram, minyak goreng sebanyak 50 kantong, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, 100 paket keluarga, dan pakaian anak sebanyak 10 paket.
Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta turut memberikan bantuan berupa minyak penghangat tubuh.
"Kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," ia mengungkapkan.
Sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa tercatat berada di lokasi pengungsian tersebut.
Gubernur memastikan bahwa penanganan banjir dilakukan secara optimal dan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat.
Operasi Modifikasi Cuaca dan Kiriman Air dari Hulu
Pemprov DKI Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan intensitas curah hujan di wilayah terdampak.
OMC dilakukan dengan intensitas minimal dua kali dan maksimal tiga kali sehari, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.
"Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing," ujar Gubernur Pramono.
Ia menjelaskan bahwa banjir di Jakarta Barat dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu seperti Tangerang dan Tangerang Selatan.
Air tersebut mengalir melalui sungai-sungai seperti Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.
“Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315. Batas aman berada di angka 310 dan ini terus kami kejar,” tambahnya.
Pemprov DKI juga menurunkan berbagai alat dan personel untuk penanganan banjir, termasuk 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa portabel, dan 60 pompa apung.
Alat berat yang dikerahkan antara lain 99 truk, 3 krane, 6 jeting kombi, 59 ekskavator, 1 pemuat mandiri, dan 1 pemuat beroda.
Empat unit pompa tambahan juga dikirim dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.
Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Daan Mogot sebagian besar telah bisa dilalui kendaraan, dengan sisa satu titik genangan di KM 13.
Pemprov DKI juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial di titik-titik pengungsian untuk membantu para warga.
Kolaborasi antarperangkat daerah terus diperkuat agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dan banjir segera teratasi.
- Penulis :
- Shila Glorya







