Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dishut Kalimantan Selatan Ajukan FOLU Net Sink 2030 Tahap IV untuk Perkuat Pembangunan Hutan Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dishut Kalimantan Selatan Ajukan FOLU Net Sink 2030 Tahap IV untuk Perkuat Pembangunan Hutan Berkelanjutan
Foto: (Sumber: Arsip Foto - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste Mrs Rut Kruger Giverin menanam pohon saat kick off program FOLU Net Sink 2030 tahap I di Desa Sungai Arfat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (14/10/2024). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Pantau - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan Program Forestry and Other Land Use FOLU Net Sink 2030 dengan mengajukan tahap IV ke pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat pembangunan hutan berkelanjutan di daerah tersebut.

Informasi tersebut disampaikan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 26 Januari 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Alip Winarto menyatakan FOLU Net Sink 2030 tahap IV menjadi sumber pendanaan strategis di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Di tengah keterbatasan anggaran, FOLU tahap IV menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat diharapkan untuk mendukung pembangunan hutan di Kalimantan Selatan. Karena itu, kami memohon dukungan seluruh jajaran”, ungkapnya.

Ia menilai pengajuan tahap IV penting untuk memastikan keberlanjutan berbagai program kehutanan yang telah direncanakan pemerintah daerah.

Selain pengajuan FOLU tahap IV, Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan juga menjalankan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation REDD+.

Program REDD+ tersebut mencakup rehabilitasi hutan dan lahan, perhutanan sosial, pengamanan hutan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Alip Winarto juga menyampaikan hasil studi tiru Bidang PDAS-RHL ke Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menunjukkan keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan menggunakan tanaman kedondong hutan.

Ia menjelaskan rehabilitasi tersebut dilakukan pada musim kemarau di lahan berbatu oleh BPDAS Benain Noelmina di Pulau Papagarang yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo.

Model rehabilitasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk diterapkan di Kalimantan Selatan.

Wilayah yang disebut berpotensi menerapkan pola tersebut antara lain kawasan Taman Hutan Raya, seperti Bukit Batu dan Pematon.

Ia menegaskan penerapan model rehabilitasi akan disesuaikan dengan kondisi biofisik setempat agar hasilnya optimal.

Melalui FOLU Net Sink 2030, pemerintah berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan lahan.

Target program tersebut adalah pada 2030 tingkat serapan karbon lebih tinggi dibandingkan tingkat emisi yang dihasilkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Penulis :
Ahmad Yusuf