Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PVMBG Tegaskan Gunung Slamet Masih Berstatus Waspada, Belum Ada Peningkatan Aktivitas Vulkanik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PVMBG Tegaskan Gunung Slamet Masih Berstatus Waspada, Belum Ada Peningkatan Aktivitas Vulkanik
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Puncak Gunung Slamet terlihat jelas dari arah Kawasan Wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Sumarwoto..)

Pantau - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Jawa Tengah hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dan masih berada pada Level II atau Waspada, sebagaimana dikonfirmasi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet.

Aktivitas Kegempaan Masih Terkendali

Kepala Pos PGA Slamet, Muhammad Rusdi, menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Slamet masih tergolong stabil dan didominasi oleh gempa-gempa berperiodik.

"Untuk saat ini tingkat aktivitas Gunung Slamet masih di Level II Waspada dan masih didominasi gempa berperiodik", ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan pada Senin, 26 Januari 2026 menjelang pukul 15.00 WIB dari Pos PGA Slamet yang berlokasi di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, tercatat hanya satu kali gempa vulkanik dalam.

Amplitudo gempa tersebut masih tergolong kecil dan belum menunjukkan peningkatan signifikan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Slamet.

Kemunculan gempa ini juga dinilai masih sesuai dengan pola aktivitas Gunung Slamet dalam beberapa waktu terakhir, sehingga belum menyebabkan perubahan status aktivitas.

PVMBG sebelumnya telah menerbitkan Laporan Khusus Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet pada 11 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa aktivitas seismik bersifat fluktuatif dan didominasi oleh gempa frekuensi rendah serta tremor menerus, namun belum disertai erupsi atau perubahan visual yang mencolok.

Pemantauan deformasi melalui metode Electronic Distance Measurement (EDM) dan tiltmeter hingga 11 Januari 2026 juga menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Warga Diminta Waspada dan Patuh terhadap Rekomendasi

Meskipun kondisi tergolong stabil, PVMBG mencatat adanya indikasi tekanan di bawah tubuh gunung yang dapat memicu terjadinya gempa-gempa dangkal.

Terkait curah hujan tinggi di kawasan Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir, hingga saat ini belum dapat dipastikan kaitannya dengan kemunculan gempa vulkanik.

"Selama ini kami belum bisa menyatukan kondisi curah hujan dengan gempa. Apakah ada efek atau tidak, kami juga belum bisa memastikan. Biasanya saat curah hujan tinggi, asap yang teramati memang terlihat lebih tebal", ia mengungkapkan.

PVMBG tetap merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun waspada, serta mematuhi rekomendasi dengan menjauhi radius dua kilometer dari pusat aktivitas", ungkapnya.

PVMBG dan PGA Slamet terus melakukan pemantauan secara intensif dan akan melakukan peninjauan ulang terhadap status aktivitas Gunung Slamet apabila terdapat perubahan signifikan, baik dari sisi visual maupun kegempaan.

Status Gunung Slamet sebelumnya telah dinaikkan dari Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada sejak 19 Oktober 2023 karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

Penulis :
Ahmad Yusuf