Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hasto Tegaskan Pentingnya Parliamentary Threshold dan Komitmen Ekologis PDIP di Kaltim

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Hasto Tegaskan Pentingnya Parliamentary Threshold dan Komitmen Ekologis PDIP di Kaltim
Foto: Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (sumber: PDIP)

Pantau - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tetap diperlukan demi konsolidasi demokrasi dan penguatan sistem presidensial yang efektif.

PDIP Kaji Besaran Ideal Ambang Batas Parlemen

Hasto menyampaikan bahwa partainya masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan besaran angka ambang batas parlemen yang ideal.

"Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut. Hanya berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian", ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan terkait rencana revisi UU Pemilu, usai memimpin rapat konsolidasi internal PDIP Kalimantan Timur di Samarinda pada Senin.

Dalam forum tersebut, Hasto didampingi oleh Sekretaris DPD PDIP Ananda Emira Moeis, Bendahara DPD PDIP Kaltim Edy Damansyah, serta dua tokoh muda PDIP, Elwin Setia Avietta dan Cintya Amanda Labetta.

Selain membahas isu politik nasional, Hasto juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai rawan masalah karena melibatkan anggaran besar.

Ia menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap mitra penyedia dan distribusi makanan dalam program tersebut.

Komitmen Ekologi dan Seruan Aksi Lingkungan

Di tingkat daerah, Hasto menginstruksikan agar kader PDIP di legislatif terus bersikap kritis dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama terkait program pendidikan gratis di Kalimantan Timur.

"Jangan takut memperjuangkan kebenaran. Kader partai harus turun ke bawah dan menempatkan skala prioritas pada pembelaan terhadap rakyat yang tertinggal", ia mengungkapkan.

Sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi, Hasto menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada para jurnalis.

Ia menekankan bahwa setiap kepala daerah dari PDIP wajib membangun kebun raya untuk melestarikan tanaman endemik di daerahnya masing-masing.

Dalam sesi tersebut, Hasto juga membagikan filosofi lingkungan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang menekankan pentingnya ketelatenan menjaga kehidupan sejak dari hal kecil.

"Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu kamar atau atmosfer yang sesuai hingga tumbuh tunasnya. Bayangkan, jika setiap orang mau menanam pohon, bahkan dimulai dari biji sisa makanan saja, kita pasti bisa menghijaukan kembali Indonesia", ungkapnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta konsolidasi.

" Mari bersama kita lakukan, menjaga bumi adalah tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan sumber kehidupan", ajaknya.

Penulis :
Leon Weldrick