Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera: 105 Ribu Jiwa Mengungsi, 1.204 Orang Meninggal Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera: 105 Ribu Jiwa Mengungsi, 1.204 Orang Meninggal Dunia
Foto: (Sumber: Sejumlah warga penyintas bencana melintas di depan tenda darurat pinggir jalan lintas Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues di Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (31/1/2026). Sebanyak 70 Kepala Keluarga (KK) yang menempati tenda darurat tersebut berharap kepada pemerintah segera membangun hunian sementara (huntara) agar bisa secepatnya pindah ke tempat tinggal yang lebih layak dan aman. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz..)

Pantau - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menyebabkan 105.842 jiwa masih berada di lokasi pengungsian hingga saat ini, menurut data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ribuan Pengungsi Masih Bertahan, Huntara Mulai Ditempati

Para pengungsi tersebar di sejumlah titik, baik di lokasi pengungsian terpusat maupun mandiri.

Tim petugas gabungan terus melakukan pendataan guna menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan di lapangan.

BNPB bersama pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi.

Untuk mendukung hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, BNPB mencatat dari 17.332 unit hunian sementara (huntara) yang diajukan, sebanyak 5.039 unit telah selesai dibangun dan siap ditempati.

Huntara menjadi solusi jangka pendek guna mengurangi ketergantungan pengungsi terhadap tenda darurat.

Korban Jiwa Capai Ribuan, Pemulihan Infrastruktur Dikebut

BNPB melaporkan bahwa total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 1.204 jiwa, sementara 140 orang masih dinyatakan hilang.

Selain penanganan pengungsian, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi fokus utama karena dinilai sebagai kunci dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

BNPB juga memberikan layanan khusus bagi kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas agar mereka mendapat perlindungan dan pemenuhan hak selama masa pengungsian.

Pemerintah pusat melalui BNPB terus mengintensifkan upaya pemulihan menyeluruh pascabencana, mulai dari distribusi logistik hingga pembangunan hunian dan infrastruktur pendukung.

Penulis :
Aditya Yohan