
Pantau - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menyebabkan 105.842 jiwa masih berada di lokasi pengungsian hingga saat ini, menurut data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ribuan Pengungsi Masih Bertahan, Huntara Mulai Ditempati
Para pengungsi tersebar di sejumlah titik, baik di lokasi pengungsian terpusat maupun mandiri.
Tim petugas gabungan terus melakukan pendataan guna menyesuaikan distribusi bantuan dengan kebutuhan di lapangan.
BNPB bersama pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi.
Untuk mendukung hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, BNPB mencatat dari 17.332 unit hunian sementara (huntara) yang diajukan, sebanyak 5.039 unit telah selesai dibangun dan siap ditempati.
Huntara menjadi solusi jangka pendek guna mengurangi ketergantungan pengungsi terhadap tenda darurat.
Korban Jiwa Capai Ribuan, Pemulihan Infrastruktur Dikebut
BNPB melaporkan bahwa total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 1.204 jiwa, sementara 140 orang masih dinyatakan hilang.
Selain penanganan pengungsian, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi fokus utama karena dinilai sebagai kunci dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
BNPB juga memberikan layanan khusus bagi kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas agar mereka mendapat perlindungan dan pemenuhan hak selama masa pengungsian.
Pemerintah pusat melalui BNPB terus mengintensifkan upaya pemulihan menyeluruh pascabencana, mulai dari distribusi logistik hingga pembangunan hunian dan infrastruktur pendukung.
- Penulis :
- Aditya Yohan





