Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPBD Damkar Riau Ajukan Teknologi Modifikasi Cuaca dan Helikopter Water Bombing ke BNPB untuk Atasi Karhutla

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPBD Damkar Riau Ajukan Teknologi Modifikasi Cuaca dan Helikopter Water Bombing ke BNPB untuk Atasi Karhutla
Foto: (Sumber: Helikopter untuk penanganan karhutla Provinsi Riau yang sebelumnya sudah dikembalikan ke BNPB. ANTARA/HO-Pemprov Riau.)

Pantau - BPBD Damkar Riau mengajukan bantuan teknologi modifikasi cuaca dan helikopter water bombing kepada BNPB untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau yang mulai meningkat seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

Pengajuan bantuan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur setelah BMKG mencatat curah hujan di wilayah Riau mulai menurun, terutama di kawasan pesisir.

Jim Gafur menyatakan teknologi modifikasi cuaca diharapkan mampu meningkatkan kembali curah hujan guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan yang meluas.

"Pada Februari ini curah hujan mulai berkurang, terutama di daerah pesisir. Karena itu, kami akan mengajukan bantuan teknologi modifikasi cuaca," ungkap Jim Gafur.

Selain teknologi modifikasi cuaca, BPBD Damkar Riau juga mengajukan bantuan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang sulit dijangkau oleh tim pemadam darat.

Jim Gafur menjelaskan bahwa sebelum mengajukan bantuan ke BNPB, pemerintah daerah harus terlebih dahulu menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.

Penetapan status siaga darurat dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota sebelum ditingkatkan ke level provinsi.

"Sebelum mengajukan bantuan, kita harus menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan terlebih dahulu. Jika sudah ada kabupaten atau kota yang menetapkan, selanjutnya akan ditetapkan status tingkat provinsi," ujarnya.

Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di lima daerah di Riau yakni Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Dumai.

"Saat ini kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, dan Dumai," kata Jim Gafur.

Kondisi kebakaran di lima daerah tersebut masih dalam tahap pemadaman dan pendinginan dengan melibatkan bantuan dari pihak swasta.

Pada hari yang sama, terdeteksi 80 titik panas di Provinsi Riau dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Pelalawan sebanyak 54 titik.

Titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 10 titik, Kabupaten Siak enam titik, Kota Dumai empat titik, Kabupaten Bengkalis empat titik, dan Kabupaten Rokan Hilir satu titik.

Penulis :
Aditya Yohan