
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Inggris memperkuat upaya pengelolaan hutan lestari dan berkelanjutan melalui peluncuran Multistakeholder Forestry Programme Phase 5 di Jakarta pada Senin guna mendukung aksi iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Peluncuran program tersebut menandai penguatan kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Inggris di sektor kehutanan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan kerja sama dengan Foreign, Commonwealth and Development Office telah berkembang sejak fase pertama program pada tahun 2000.
Ia menegaskan kemitraan tersebut terus menyesuaikan dengan dinamika dan tantangan di lapangan.
“Di mana kemajuan harus dapat dilihat hasilnya, reformasi tata kelola merupakan pekerjaan yang kompleks, dan perbaikan berkelanjutan menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ungkapnya.
Raja Juli Antoni menyatakan Indonesia memiliki peran strategis dalam upaya global menghadapi perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Peran tersebut didukung oleh luas kawasan hutan Indonesia serta kontribusinya terhadap penurunan emisi di sektor Forest and Other Land Use.
Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola hutan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional.
Komitmen internasional Indonesia tercermin dalam ambisi mencapai target Forest and Other Land Use Net Sink 2030.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey menyoroti pentingnya komitmen bersama dalam kemajuan pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Investor, konsumen, dan pemerintah membutuhkan kredibilitas dan konsistensi. MFP5 mendukung Indonesia dalam memperkuat fondasi kepercayaan yaitu tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas. Inggris tetap berkomitmen karena Indonesia serius melakukan perbaikan dan menunjukkan kemajuan,” ujarnya.
Multistakeholder Forestry Programme Phase 5 mendapatkan arahan dan pengawasan dari Programme Steering Committee.
Programme Steering Committee melibatkan perwakilan kedua pemerintah serta para ahli dan pemangku kepentingan terkait.
Komite tersebut memberikan arah strategis agar program tetap relevan, berbasis bukti, dan berfokus pada dampak.
Program MFP Phase 5 mengintegrasikan dua pilar kerja yang saling melengkapi dalam satu upaya terpadu.
Upaya tersebut bertujuan memperkuat sistem pengelolaan hutan berkelanjutan Indonesia dari kebijakan hingga pelaksanaan serta dari pelaksanaan menuju kepercayaan pasar.
Program ini mendukung penguatan institusi di tingkat nasional dan tapak serta mendorong tata kelola yang lebih transparan dan inklusif.
Dukungan lainnya mencakup penyempurnaan sistem keberlanjutan dan legalitas termasuk SVLK+.
Program ini juga mendorong perluasan penerapan multi usaha kehutanan dan akses pasar.
Selain itu, MFP Phase 5 memperkuat perwakilan Indonesia dalam hubungan dengan mitra dagang utama dan berbagai forum multilateral.
- Penulis :
- Aditya Yohan







