
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 10 hingga 14 Februari 2026.
Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Ancam NTB
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menyampaikan bahwa dinamika atmosfer di sekitar NTB saat ini menunjukkan aktivitas yang signifikan.
"Saat ini dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas yang signifikan di sekitar wilayah NTB," ujarnya.
Selama periode tersebut, wilayah NTB diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Hasil analisis BMKG menunjukkan adanya faktor-faktor atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan, seperti munculnya gelombang frekuensi rendah, aktivitas gelombang ekuatorial Rossby, serta pertemuan dan perlambatan kecepatan angin.
Selain itu, kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer dan labilitas atmosfer yang kuat memperbesar potensi terbentuknya awan Kumulonimbus, yang dikenal sebagai pemicu utama cuaca ekstrem.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang laut tinggi di perairan NTB dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.
Gelombang tinggi ini berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, serta Samudra Hindia selatan NTB.
Masyarakat dan Pemerintah Diminta Siaga
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, dan pohon tumbang.
"Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan mengambil langkah mitigasi, termasuk pengecekan infrastruktur drainase, penyuluhan kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi antar instansi dalam penanganan potensi bencana," ujar Satria.
- Penulis :
- Aditya Yohan







