Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Konsorsium BGSI untuk Tangani Penyakit Secara Lebih Presisi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Konsorsium BGSI untuk Tangani Penyakit Secara Lebih Presisi
Foto: (Sumber: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kanan) dalam seminar di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Pemerintah akan membentuk konsorsium riset untuk memperkuat Biomedical Genome Science Initiative guna menangani berbagai jenis penyakit yang sulit disembuhkan agar dapat diobati secara lebih presisi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan “Nantinya kita akan membangun satu konsorsium riset yang melibatkan Kementerian Kesehatan, para profesor-profesor di perguruan tinggi, maupun peneliti-peneliti di BRIN,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Kantor Kementerian Kesehatan Kemenkes, Jakarta, Kamis.

Ia menyebut penguatan riset di bidang Genomika menjadi penting untuk mewujudkan diagnosis dan penanganan medis yang lebih presisi.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, terdapat tiga jenis penyakit yang dapat ditangani lebih presisi melalui pendekatan Genomika, yakni stroke, jantung, dan kanker payudara.

Brian menyampaikan “Setidaknya tiga penyakit yang kita akan bersama-sama menanganinya secara terintegrasi dan lebih serius, memanfaatkan berbagai keunggulan yang ada di masing-masing perguruan tinggi, rumah sakit, lab-lab, maupun di BRIN. Sehingga, harapannya kita bisa juga memberikan kontribusi yang signifikan untuk pengetahuan,” ujarnya.

Dorong Precision Health Treatment

Ia menegaskan “Sehingga, berbagai treatment, diagnostik, maupun treatment untuk kesehatan nantinya menjadi jauh lebih presisi. Ini yang kita sebut precision health treatment,” ucap Brian menegaskan.

Brian menyebut keilmuan Genomika tidak hanya berhenti di bidang kesehatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan varietas unggulan bagi hewan dan tumbuhan.

Ia menyampaikan “Harapannya itu bisa menjadi satu pilot project untuk bagaimana Indonesia juga bisa maju melalui genome sequencing ini,” tutur Brian Yuliarto.

Dukung Target Indonesia Emas 2045

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menjaga kesehatan publik sebagai upaya mencapai Indonesia Emas 2045.

Teknologi BGSI dinilai menawarkan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu sehingga penanganan menjadi lebih tepat.

Ia mencontohkan terdapat sejumlah penyebab orang mengalami batuk dan melalui teknologi tersebut dapat diidentifikasi jenis serta penyebabnya sehingga pasien dapat langsung diberikan obat yang sesuai tanpa perlu mencoba pengobatan lain.

Penulis :
Ahmad Yusuf