
Pantau - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah bersama PT Borneo Indobara (BIB) berkomitmen memperkuat penerapan energi bersih untuk mendukung praktik pertambangan yang lebih hijau (green mining) dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian jual beli Renewable Energy Certificate (REC), dengan BIB menambah pembelian REC dari PLN sebanyak 23.040 unit yang disebut setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyatakan kerja sama tersebut merupakan dukungan PLN terhadap transisi energi industri nasional dan komitmen mendorong penggunaan energi bersih ramah lingkungan, dengan layanan listrik hijau 100 persen dipasok oleh pembangkit berbasis EBT.
Adi menegaskan, “Ini bukan sekadar jual beli sertifikat,” ungkapnya.
Adi menyatakan, “Ini langkah nyata memperkuat daya saing industri Indonesia,” katanya.
PLN menyebut REC menjadi bukti listrik yang digunakan pelanggan dilengkapi kontribusi EBT, meski secara teknis listrik tetap mengalir melalui grid umum PLN yang mencampurkan berbagai sumber energi.
PLN menilai REC memberi manfaat karena perusahaan tidak perlu membangun langsung infrastruktur EBT sendiri, namun tetap dapat mengklaim penggunaan listrik hijau untuk memenuhi target keberlanjutan, pengurangan emisi, serta tuntutan konsumen atau regulator.
PLN menyatakan REC tercatat melalui tracking elektronik untuk memastikan transparansi dan keabsahan konsumsi energi terbarukan yang disertifikasi.
Adi menyebut permintaan REC di Indonesia menunjukkan tren signifikan, dengan pengguna REC atau konsumsi energi hijau pada 2024 mencapai lebih dari 10,9 terawatt hour (TWh) dan naik lebih dari 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Utoro menyatakan kerja sama krusial karena keandalan pasokan listrik merupakan kebutuhan mutlak, mengingat gangguan pasokan listrik dapat menghentikan seluruh aktivitas operasional tambang.
Utoro menyebut dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan mencakup transmisi dan pembangunan gardu induk untuk menopang kebutuhan daya puncak yang diperkirakan mencapai 200 sampai 240 MVA pada 2028.
BIB menargetkan elektrifikasi 25 persen armada alat berat berbasis listrik pada 2026 dan 75 persen pada 2028, dengan target akhir nol emisi pada 2028 sampai 2029.
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyambut positif keputusan BIB dan menyatakan penjualan 23.040 unit REC merupakan pencapaian terbesar di wilayah Kalimantan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







