
Pantau - Warga Kediri bersama komunitas sejarah dan mahasiswa menggelar doa bersama serta refleksi perjuangan Tan Malaka di makamnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (14/2), dalam rangka haul ke-77 tokoh tersebut.
Kegiatan ini digelar untuk mengenang sosok Tan Malaka yang dikenal sebagai salah satu pemikir besar kemerdekaan Indonesia.
Tan Malaka yang bernama asli Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka juga dikenal sebagai penulis buku Madilog yang mendorong generasi muda berpikir rasional, ilmiah, serta tidak terjebak pada tahayul dan fanatisme sempit.
Ketua Tan Malaka Institute Imam Mubarok menyebut refleksi tersebut penting agar semangat perjuangan Tan Malaka tetap hidup di tengah masyarakat.
Ia menegaskan negara telah mengakui jasa Tan Malaka melalui gelar pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963.
Tan Malaka kerap dijuluki “Bapak Republik” karena telah merumuskan gagasan tentang Republik Indonesia jauh sebelum proklamasi kemerdekaan.
Pemikirannya menekankan kedaulatan rakyat, keberpihakan pada kaum tertindas, serta kemerdekaan yang substantif.
Ketua Yayasan Ibrahim Tan Malaka Kabupaten Limapuluh Kota Ferizal Sultan Purnama Agung mengapresiasi kegiatan refleksi tersebut.
Selain di Kediri, peringatan juga direncanakan berlangsung di daerah kelahiran Tan Malaka pada 21 Februari 2026.
Melalui kegiatan ini, warga berharap nilai keberanian, sikap kritis terhadap kekuasaan, dan konsistensi perjuangan Tan Malaka tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda.
- Penulis :
- Gerry Eka







