
Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah menegaskan pentingnya peran Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah saat Kunjungan Kerja Spesifik ke Pasar Legi, Surakarta, Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil pemantauan dan dialog bersama pedagang serta masyarakat, harga kebutuhan pokok secara umum terpantau stabil dengan ketersediaan beras SPHP dan Minyakita sesuai kisaran harga acuan pemerintah.
Rina menyatakan, “Dari hasil pemantauan kami, harga relatif stabil. Beras SPHP dan minyak goreng tersedia dengan baik. Hanya beberapa komoditas hortikultura, seperti cabai, yang masih mengalami fluktuasi akibat faktor musim hujan,”.
Ia menilai stabilitas tersebut tidak terlepas dari peran Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah termasuk penyerapan hasil panen petani dan pelaksanaan operasi pasar.
Rina menegaskan, “Bulog menjalankan fungsi stabilisasi dengan menyerap hasil panen petani serta menyalurkan beras SPHP. Operasi pasar juga membantu mencegah lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Idulfitri,”.
Selain beras, Rina menekankan pentingnya penguatan manajemen pasokan komoditas hortikultura yang mudah rusak seperti cabai melalui penyediaan fasilitas cold chain.
Bulog secara nasional memiliki jaringan pergudangan berkapasitas jutaan ton dan untuk komoditas tertentu telah mengembangkan fasilitas penyimpanan dingin di sejumlah wilayah termasuk sentra bawang merah di Brebes, Jawa Tengah.
Fasilitas cold storage tersebut memiliki kapasitas ratusan ton untuk menjaga kualitas hasil panen saat pasokan melimpah sehingga stabilitas harga tidak hanya bergantung pada kondisi musim.
Ia menjelaskan, “Dengan dukungan fasilitas penyimpanan yang memadai, pasokan dapat dikelola lebih baik. Petani tidak merugi saat panen raya, dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali,”.
Komisi IV DPR RI menyatakan akan terus mengawasi kebijakan stabilisasi pangan agar distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi praktik penimbunan.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Legi, tidak ditemukan kelangkaan bahan pokok dan masyarakat masih memperoleh kebutuhan pangan dengan harga wajar.
Rina menutup dengan menyatakan, “Yang terpenting, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga. Di sisi lain, petani juga harus mendapatkan perlindungan dan kepastian pasar,”.
- Penulis :
- Aditya Yohan








