
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi program imunisasi menyusul masih maraknya kasus campak yang menyebabkan korban jiwa di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan di Jakarta, Rabu (1/4/2026), sebagai respons atas meningkatnya perhatian terhadap kasus campak di sejumlah daerah.
Kasus Campak Jadi Alarm Kesehatan Nasional
Puan menegaskan bahwa kematian akibat campak harus menjadi peringatan serius bagi sistem kesehatan nasional.
“Kasus kematian akibat campak sejak awal tahun ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Ini juga menjadi kabar duka bagi layanan kesehatan Indonesia,” ungkapnya.
Data Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 10 kematian akibat campak sepanjang 2026, dengan mayoritas korban merupakan balita yang belum mendapatkan imunisasi.
Salah satu kasus juga menimpa tenaga kesehatan, yakni dokter internsip berusia 25 tahun di Cianjur yang meninggal akibat komplikasi setelah diduga terpapar saat bertugas.
Meski terdapat penurunan kasus hingga 93 persen pada pekan ke-12, Puan menilai kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena kasus masih ditemukan di berbagai daerah.
Dorongan Penguatan Imunisasi dan Edukasi
Puan menekankan pentingnya memperkuat program imunisasi sebagai fondasi pencegahan penyakit menular.
“Walaupun ada tren penurunan, fakta di lapangan menunjukkan kasus campak masih muncul. Ini harus menjadi pengingat pentingnya vaksinasi pada anak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan sistem surveilans, peningkatan cakupan imunisasi di wilayah terpencil, serta edukasi kesehatan berbasis komunitas.
“Setiap kematian yang sebenarnya dapat dicegah harus menjadi bahan evaluasi serius. Negara tidak boleh membiarkan perlindungan kesehatan dasar melemah hanya karena informasi yang salah lebih cepat dipercaya dibanding penjelasan ilmiah,” tegasnya.
Selain itu, Puan meminta perhatian terhadap kelompok dewasa muda, khususnya tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar.
Ia menegaskan bahwa penguatan sistem kesehatan harus dibarengi dengan peningkatan literasi masyarakat agar kepercayaan terhadap program imunisasi tetap terjaga.
- Penulis :
- Aditya Yohan








