
Pantau - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat memasang kandang jebak untuk menangani kemunculan beruang yang menyerang warga di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Serangan terjadi pada Sabtu 14 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB saat warga memanen padi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik.
Seekor beruang tiba-tiba muncul dari sekitar lokasi persawahan dan menyerang warga yang berada di tempat tersebut.
Akibat kejadian itu, tiga warga mengalami luka-luka yakni Aidil Putra 20 tahun warga Barulak Sinuruik, Sabri 65 tahun warga Talu Talamau, dan Maijasman 63 tahun warga Barulak Talamau.
Para korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis dan saat ini dirawat di RSUD Pasaman Barat serta Puskesmas Talu.
BKSDA Lakukan Patroli dan Pasang Kandang Jebak
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antonius Vevri menyampaikan bahwa "Sejak Sabtu (14/2) BKSDA bersama COP (Centre for Orangutan Protection) telah melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian," kata Antonius Vevri di Simpang Empat, Senin.
Upaya yang telah dilakukan meliputi patroli, penghalauan, serta sosialisasi atau penyuluhan di lokasi kemunculan beruang.
Ia mengatakan bahwa "Kandang jebak juga telah kita pasang untuk menjebak beruang yang sempat melukai warga sekitarnya," kata Antonius Vevri.
Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan berangsur kondusif namun tim BKSDA bersama pemerintahan nagari dan warga terus melakukan upaya pencarian terhadap beruang tersebut.
Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Pihak BKSDA mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada saat beraktivitas serta menghindari beraktivitas sendiri-sendiri untuk sementara waktu.
Setelah kejadian, sebagian warga sempat menelusuri jejak beruang sambil menunggu kedatangan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







