Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPJPH Perkuat Diplomasi Halal Global melalui Penandatanganan MoU dengan Saudi Halal Center di Makkah Halal Forum 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPJPH Perkuat Diplomasi Halal Global melalui Penandatanganan MoU dengan Saudi Halal Center di Makkah Halal Forum 2026
Foto: Pertemuan antara Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dengan perwakilan Arab Saudi di sela Makkah Halal Forum 2026 yang berlangsung di Makkah Chamber Exhibition and Events Center, Makkah, Arab Saudi, Februari 2026

Pantau - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat diplomasi halal internasional melalui partisipasi dalam Makkah Halal Forum 2026 yang berlangsung di Makkah Chamber Exhibition and Events Center, Makkah, Arab Saudi, pada Februari 2026, sekaligus menandatangani nota kesepahaman dengan Saudi Halal Center (SHC).

Pertemuan strategis tersebut dihadiri Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama perwakilan Arab Saudi di sela-sela penyelenggaraan forum halal internasional tersebut.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan, “Partisipasi BPJPH pada Makkah Halal Forum 2026 menjadi bagian dari strategi diplomasi halal internasional Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan,”.

Forum yang digelar untuk ketiga kalinya di Kota Suci Makkah ini mempertemukan regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku usaha, pakar, akademisi, serta investor industri halal dari berbagai negara.

Momentum tersebut dimanfaatkan BPJPH untuk memperluas kerja sama jaminan produk halal internasional dan menjajaki kolaborasi peningkatan kapasitas perdagangan produk halal.

Langkah ini dinilai berimplikasi pada penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok halal dunia serta memperkuat daya saing industri halal nasional.

Penandatanganan MoU dan Penguatan Harmonisasi Standar

Dalam forum tersebut, Ahmad Haikal Hasan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Saudi Halal Center (SHC) yang berada di bawah naungan Otoritas Makanan dan Obat Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al Qasabi.

Kerja sama tersebut menjadi strategi Indonesia untuk memperkuat peran dalam kancah jaminan produk halal internasional sekaligus mendorong harmonisasi standar halal.

Ahmad Haikal Hasan menyatakan, “Selain itu, juga dalam rangka penguatan kerja sama bilateral integrasi sistem, serta penguatan pengakuan kelembagaan kedua negara,”.

Indonesia Bidik Posisi Pusat Halal Dunia

Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat halal dunia, tidak hanya karena besarnya jumlah penduduk Muslim.

Ia mengungkapkan, “Kita tidak hanya ingin menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan pusat referensi halal global,”.

Penguatan sistem regulasi melalui implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) yang terintegrasi disebut turut memperkuat ekosistem halal nasional dan meningkatkan kapasitas industri halal dalam negeri.

Forum internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga wadah kolaborasi strategis bagi masa depan industri dan perdagangan halal dunia.

Ahmad Haikal Hasan menutup dengan pernyataan, “Indonesia siap menjadi mitra utama dalam membangun tata kelola halal global yang saling terhubung, saling percaya, dan saling menguatkan,”.

Penulis :
Shila Glorya