Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jenazah Pilot Pelita Air Capt Hendrick Lodewyck Adam Berhasil Dievakuasi dari Krayan dan Diterbangkan ke Jakarta

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Jenazah Pilot Pelita Air Capt Hendrick Lodewyck Adam Berhasil Dievakuasi dari Krayan dan Diterbangkan ke Jakarta
Foto: Jenazah pilot pesawat Pelita Air Service Capt Hendrick Lodewyck Adam (54) yang mengalami insiden di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berhasil dievakuasi dibawa ke Tarakan, selanjutnya dibawa ke Jakarta (sumber: ANTARA/Susylo Asmalyah)

Pantau - Jenazah pilot pesawat Pelita Air Service Capt Hendrick Lodewyck Adam (54) yang mengalami insiden kecelakaan di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil dievakuasi ke Tarakan dan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor, Kamis (19/2).

Komandan Lapangan Udara Lanud Anang Busra Tarakan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo menyampaikan bahwa "Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor,".

Pesawat kargo pengangkut bahan bakar minyak dengan nomor registrasi PK-PAA tersebut sebelumnya mengalami kecelakaan setelah menyelesaikan tugas pendistribusian BBM ke wilayah Krayan.

Jenazah korban tiba di Tarakan menggunakan pesawat MAF dengan registrasi PK-MEE pada pukul 12.25 WITA setelah bertolak dari Long Bawan pukul 11.38 WITA.

Rangkaian Proses Evakuasi

Rincian alur evakuasi dimulai pukul 10.20 WITA saat pesawat MAF berangkat dari Tarakan menuju Long Bawan.

Pada pukul 11.10 WITA pesawat tiba di Long Bawan untuk menjemput jenazah korban.

Pesawat kemudian kembali dan mendarat di Lanud Anang Busra Tarakan pada pukul 12.25 WITA.

Setelah mendarat, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menuju tempat pemulasaran di Gunung Lingkas sebelum dipersiapkan ke terminal kargo untuk penerbangan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air.

Koordinasi dan Tantangan Medan

Kelancaran operasi SAR disebut sebagai hasil koordinasi antara TNI AU, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pihak bandara, manajemen Pelita Air, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Medan evakuasi tergolong menantang karena lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 3 hingga 5 kilometer dari area bandara dengan kondisi geografis berbukit, terjal, dan licin.

Berkat kerja sama personel di lapangan dan dukungan masyarakat, jenazah berhasil ditemukan dan segera dievakuasi.

Pihak Angkatan Udara menyatakan "Kami dari Angkatan Udara mendukung penuh proses ini sejak awal kejadian. Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan membuat proses ini berjalan cepat dan lancar,".

Ucapan belasungkawa turut disampaikan oleh manajemen Pelita Air, Basarnas Tarakan, Bandara Internasional Juwata Tarakan, AirNav, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, serta pihak lainnya yang hadir dalam proses tersebut.

Penulis :
Shila Glorya