
Pantau - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan negaranya menolak berpartisipasi sebagai anggota penuh dalam Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat karena tidak adanya perwakilan Palestina dalam struktur dewan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Sheinbaum pada Selasa, 17 Februari, di Mexico City menjelang pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Washington, DC.
Alasan Penolakan Meksiko
Dalam konferensi pers, Sheinbaum mengatakan, "Mengingat bahwa kita mengakui Palestina sebagai sebuah negara, kedua negara, Israel dan Palestina, berpartisipasi itu penting. Namun, sistemnya tidak dirancang seperti itu," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Meksiko mengakui Palestina sebagai sebuah negara sehingga keikutsertaan Israel dan Palestina dinilai penting dalam dewan yang membahas perdamaian di kawasan tersebut.
Karena sistem Dewan Perdamaian tidak dirancang dengan melibatkan kedua pihak secara setara, Meksiko memutuskan untuk tidak menjadi anggota penuh.
Sebagai alternatif, Meksiko akan tetap hadir dalam pertemuan tersebut dengan status pengamat melalui perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sheinbaum menyampaikan, "Mereka mengundang kami untuk hadir sebagai pengamat; jika kami tidak akan berpartisipasi, maka kami akan hadir sebagai pengamat. Dan bersama dengan menteri luar negeri, kami memutuskan bahwa duta besar kami untuk PBB akan hadir sebagai pengamat," ia mengungkapkan.
Keputusan tersebut diambil bersama dengan menteri luar negeri Meksiko.
Latar Belakang Konflik dan Sikap Meksiko
Sebelumnya, Sheinbaum telah menyatakan dukungan terbuka terhadap Palestina dan menggambarkan serangan Israel yang terus berlangsung terhadap Jalur Gaza dan rakyat Palestina sebagai genosida.
Ia juga menyerukan penerapan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik antara Israel dan Palestina.
Sejak pecahnya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023, Amerika Serikat telah memberikan sedikitnya 21,7 miliar dolar AS bantuan militer kepada Israel.
Dalam konflik tersebut, lebih dari 71 ribu warga Palestina dilaporkan tewas.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembentukan sebuah badan yang dipimpin Amerika Serikat dengan tujuan memulihkan perdamaian di kawasan tersebut.
Dewan Perdamaian tersebut terdiri dari sekutu-sekutu setia Amerika Serikat yang berasal dari kawasan Eropa, Timur Tengah, Asia Timur, dan Amerika Latin.
- Penulis :
- Leon Weldrick







