Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Keluarga Korban Perang Dunia II dari Australia Sumbangkan Lima Buku Sejarah ke Perpusda Bangka Barat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Keluarga Korban Perang Dunia II dari Australia Sumbangkan Lima Buku Sejarah ke Perpusda Bangka Barat
Foto: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah menerima sumbangan buku sejarah dari keluarga Korban Perang Dunia II yang terjadi di Mentok (sumber: ANTARA/Donatus Dasapurna)

Pantau - Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima sumbangan lima buku sejarah dari keluarga korban Perang Dunia II asal Australia yang berkunjung ke Mentok dalam rangka mengenang tragedi tersebut, Rabu, 18 Februari 2026 pukul 16.45 WIB.

Sumbangan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Perpusda Bangka Barat.

Farouk Yohansyah menyampaikan, "Ini sebuah kehormatan karena keluarga korban Perang Dunia II yang berasal dari Australia mengunjungi Perpusda sekaligus menyumbangkan lima buku yang seluruhnya ada kaitannya dengan sejarah Perang Dunia II,".

Lima buku yang diserahkan terdiri dari White Coolies, Sister Viv Grantlee Kieza, Sisters In Captivity, Back to Bangka, dan The Evacuation of Singapore to The Prison Camps of Sumatra.

Seluruh judul tersebut berkaitan dengan tragedi Perang Dunia II yang terjadi di Mentok, Bangka Barat.

Kunjungan keluarga korban ke Bangka Barat merupakan rangkaian peringatan 84 tahun gugurnya pasukan Australia dan negara sekutu di Kota Mentok.

Perkuat Hubungan Kemanusiaan dan Pelestarian Sejarah

Kegiatan itu menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan kemanusiaan, pelestarian sejarah, serta persahabatan antarbangsa melalui literasi dan dokumentasi sejarah.

Selama kunjungan, keluarga korban melihat langsung berbagai koleksi buku di ruang baca umum dan ruang baca anak Perpusda Bangka Barat.

Farouk Yohansyah menyampaikan, "Sumbangan buku sejarah berisi kisah para tahanan perang di Mentok dari keluarga korban ini merupakan bentuk kontribusi terhadap pelestarian sejarah, kami menyampaikan apresiasi karena koleksi tersebut akan menjadi sumber pengetahuan berharga bagi masyarakat dan generasi mendatang,".

Ia berharap kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan peringatan sejarah, namun juga menjadi kerja sama yang baik lintas negara.

Farouk Yohansyah menegaskan, "Momentum ini juga sebagai pengingat, bahwa perpustakaan memberikan ruang dialog lintas budaya, penjaga memori kolektif, pusat pembelajaran tentang nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan,".

Dorong Literasi di Era Digital

Farouk Yohansyah mengatakan Perpusda Bangka Barat terus mendorong anak muda untuk membaca buku sebagai fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan empati.

Ia menyampaikan, "Di era serba digital dan kecenderungan memegang gawai di kalangan anak muda, kami siasati dengan terus menciptakan program-program untuk membuat membaca menjadi menyenangkan dan bermakna bagi semua usia,".

Berbagai kegiatan rutin di Perpusda Bangka Barat meliputi kunjungan literasi dari tingkat TK hingga SLTA, program membaca cepat, serta pojok bahasa untuk meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan berbahasa asing.

Penulis :
Leon Weldrick