
Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah memasuki tahap akhir dan kini tinggal menunggu penyelesaian administratif sebelum penandatanganan resmi.
Ia menegaskan substansi pembahasan kedua negara telah rampung dan saat ini dokumen kesepakatan sedang melalui proses pemeriksaan akhir.
"Kan sudah selesai, substansinya sudah selesai. Legal scrubbing sekarang", ungkapnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Legal scrubbing merupakan tahapan pemeriksaan akhir terhadap aspek hukum dan redaksional dokumen hasil kesepakatan sebelum dilakukan penandatanganan resmi oleh kedua pihak.
Terkait rincian isi kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat, ia belum dapat membeberkan detailnya kepada publik.
"Ya nanti kita tunggu saja, lagi diproses", ujarnya.
Agenda Kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menghadiri tiga agenda penting yang berkaitan dengan kerja sama bilateral dan isu global.
Agenda pertama adalah pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu, 18 Februari 2026.
Agenda kedua adalah menghadiri konferensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace BoP pada Kamis, 19 Februari 2026.
Agenda selanjutnya adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan membahas sejumlah kerja sama strategis.
Isi Kesepakatan ART dan Komitmen Kedua Negara
Dalam pertemuan bilateral tersebut, salah satu agenda utama adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade ART yang telah dinegosiasikan sejak 2025.
Dalam perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat serta mengatasi berbagai hambatan non-tarif yang selama ini menjadi kendala perdagangan.
Kerja sama juga akan diperkuat dalam bidang perdagangan digital dan teknologi, termasuk aspek keamanan nasional serta berbagai bentuk kerja sama komersial lainnya.
Di sisi lain, Amerika Serikat berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di negara tersebut.
Produk yang dimaksud antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, serta berbagai komoditas strategis lainnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







