Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dinas Pendidikan Jawa Tengah Matangkan Persiapan TKA SD dan SMP April 2026, Akademisi Soroti Pentingnya Sosialisasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Dinas Pendidikan Jawa Tengah Matangkan Persiapan TKA SD dan SMP April 2026, Akademisi Soroti Pentingnya Sosialisasi
Foto: Ilustrasi - Ratusan siswa berpartisipasi dalam Tes Kemampuan Akademik (sumber: Kemendikdasmen)

Pantau - Dukungan terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik TKA jenjang SD dan SMP pada April 2026 terus mengalir dari pemerintah daerah hingga orang tua murid seiring dimulainya berbagai persiapan teknis di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menyatakan pihaknya terus mematangkan persiapan pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP setelah menerima sosialisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen di tingkat provinsi.

“Kami membentuk kepanitiaan tingkat provinsi, kemudian menyampaikan kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk membentuk kepanitiaan TKA di tingkat daerah masing-masing,” ujarnya.

Koordinasi awal pelaksanaan telah dimulai sejak akhir November 2025 usai pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK sederajat.

Informasi teknis terkait pelaksanaan TKA disampaikan secara bertahap kepada kabupaten/kota termasuk melalui forum komunikasi daring.

Dinas Pendidikan Jawa Tengah juga menyusun soal-soal TKA untuk kelas 6 SD dan kelas 9 SMP tahun 2025 sebagai bagian dari persiapan akademik.

Pada 4 Februari 2026 dilakukan koordinasi Tim Swakelola TKA kabupaten/kota secara daring untuk memastikan kesiapan teknis di daerah.

Koordinasi lanjutan terkait pendataan pelaksana dan peserta TKA serta teknis pelaksanaan dijadwalkan pada 18 Februari 2026.

Dari sisi sumber daya manusia, Tim Teknis Provinsi telah mengikuti rapat koordinasi dan pelatihan dari pemerintah pusat terkait teknis pendataan dan pelaksanaan.

Tim yang telah mengikuti pelatihan akan melakukan diseminasi kepada tim teknis kabupaten/kota secara daring agar pemahaman teknis seragam.

“Semoga TKA SD dan SMP ini bisa berjalan dengan baik serta sesuai ketentuan yang berlaku. Kami harap juga hasil TKA dapat menjadi dasar awal perbaikan proses belajar mengajar,” ujarnya.

Inventarisasi Sarana dan Pemantauan Tahapan

Untuk mengantisipasi hambatan, Dinas Pendidikan Jawa Tengah melakukan inventarisasi kesiapan sarana dan prasarana termasuk komputer, jaringan listrik, dan internet di setiap satuan pendidikan.

Verifikasi faktual kondisi sarana prasarana dilakukan guna memastikan kesiapan teknis dan sumber daya manusia sebelum pelaksanaan.

Pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap pendataan, simulasi, gladi bersih, pelaksanaan utama dan susulan, hingga pengumuman hasil.

Akademisi Nilai TKA sebagai Instrumen Pemetaan Mutu

Dukungan terhadap TKA juga datang dari kalangan akademisi yang menilai kebijakan ini sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan nasional.

Pengamat pendidikan Satria Dharma menyebut TKA perlu dipahami sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan dan bukan sebagai ujian penentu kelulusan seperti Ujian Nasional.

“Secara teknis dan akademis TKA 2026 dirancang untuk membebaskan siswa dari beban kelulusan. Tapi tantangan implementasinya terletak pada aspek sosiologis di mana mentalitas Ujian Nasional telah mendarah daging selama puluhan tahun di masyarakat Indonesia,” kata Satria.

Ia menjelaskan TKA dirancang untuk memperoleh data capaian akademik yang terstandar, objektif, dan berkualitas secara nasional dengan mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti literasi, numerasi, dan pemecahan masalah.

TKA juga menyediakan standar penilaian yang sama di seluruh Indonesia sehingga dapat mengatasi perbedaan standar nilai antar sekolah.

Hasil TKA dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya sekaligus menjadi dasar pemetaan mutu pendidikan nasional.

Satria menegaskan perlunya sosialisasi masif agar publik memahami bahwa hasil TKA tidak mempengaruhi kelulusan melainkan menjadi alat diagnosis untuk memperbaiki pembelajaran.

“Hasil TKA harus dimanfaatkan sebagai assessment for learning, yaitu dasar untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar,” tegasnya.

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Leon Weldrick