Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Nilai Pengiriman 8.000 Prajurit TNI ke Gaza Sudah Ideal untuk Dukung Misi Perdamaian ISF

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pengamat Nilai Pengiriman 8.000 Prajurit TNI ke Gaza Sudah Ideal untuk Dukung Misi Perdamaian ISF
Foto: Arsip foto- Personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL memeluk istri dan anaknya usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 7/2/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Pantau - Pengamat sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai jumlah 8.000 prajurit TNI yang dikirim untuk misi perdamaian di Gaza sudah ideal dan proporsional dengan mandat besar yang akan dijalankan.

Penilaian tersebut disampaikan karena jumlah personel dinilai sesuai dengan beban tugas dalam misi perdamaian yang mencakup pengamanan dan dukungan stabilitas di wilayah terdampak konflik.

"Secara skala, angka ini proporsional mengingat mandat ISF yang sangat masif, yaitu mengawal demiliterisasi, mengamankan proses pembersihan 70 juta ton puing reruntuhan, hingga melindungi proyek rekonstruksi ratusan ribu rumah," ungkapnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan bahwa mandat International Stabilization Force (ISF) mencakup pengawalan proses demiliterisasi di Gaza sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan pascakonflik.

Mandat Besar dan Tantangan Operasi

Selain mengawal demiliterisasi, pasukan TNI juga akan bertugas mengamankan proses pembersihan sekitar 70 juta ton puing reruntuhan akibat peperangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Tugas lainnya adalah melindungi proyek rekonstruksi ratusan ribu rumah yang terdampak konflik agar proses pembangunan kembali dapat berjalan aman dan lancar.

Fahmi menyebutkan bahwa meskipun jumlah 8.000 prajurit dinilai ideal, angka tersebut masih dapat bertambah menyesuaikan dinamika situasi dan kebutuhan di lapangan.

Pengiriman pasukan dalam jumlah besar tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi TNI karena skala operasi yang signifikan dan kompleksitas tugas yang diemban.

Operasi ini termasuk salah satu misi perdamaian dengan jumlah personel cukup besar yang pernah dijalankan TNI.

Dukungan Logistik dan Koalisi Multinasional

Para personel yang dikirim dinilai harus mendapatkan dukungan fasilitas operasional dan logistik yang memadai agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal selama operasi berlangsung.

Dukungan tersebut tidak hanya berasal dari internal TNI, tetapi juga membutuhkan penguatan logistik dari koalisi multinasional yang terlibat dalam misi tersebut.

Kekuatan logistik koalisi multinasional dinilai sangat berpengaruh dalam menopang kebutuhan pasukan TNI, terutama karena infrastruktur di Gaza telah mengalami kehancuran akibat konflik.

Fahmi meyakini bahwa koalisi negara yang tergabung dalam Balance of Power (BoP) akan memberikan dukungan penuh kepada ISF dan juga TNI dalam menjalankan operasi perdamaian di Gaza.

Penulis :
Arian Mesa