
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi serius.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis 19 Februari saat berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One.
Ia menegaskan bahwa apabila dalam tenggat tersebut tidak tercapai kesepakatan, maka "hal-hal yang sangat buruk" akan terjadi.
"Saya rasa itu waktu yang cukup," ungkapnya.
Trump kembali menekankan ancaman tersebut dengan menyatakan, "Kami akan mencapai kesepakatan atau situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka,".
Sebelumnya pada hari yang sama, dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace, Trump menyebut hasil perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran akan ditentukan dalam 10 hari ke depan.
Dalam forum tersebut, ia menyebut Iran sebagai "titik panas saat ini".
Trump juga menyoroti sulitnya diplomasi dengan mengatakan, "Selama bertahun-tahun, terbukti bahwa tidak mudah untuk mencapai kesepakatan bermakna dengan Iran, dan kami harus membuat kesepakatan bermakna. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi,".
Putaran Perundingan dan Garis Merah AS
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan bahwa putaran kedua perundingan Amerika Serikat dan Iran di Jenewa pada Selasa 17 Februari menunjukkan "beberapa" tanda positif.
Meski demikian, Vance menegaskan bahwa "garis merah" utama Amerika Serikat masih belum tersentuh dalam perundingan tersebut.
Seorang penasihat Trump memperkirakan adanya "peluang 90 persen" bahwa serangan akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan jika perundingan gagal, sebagaimana dilaporkan media Axios.
Pergerakan Militer di Tengah Ketegangan
Di tengah meningkatnya ketegangan, kapal induk USS Gerald R. Ford pada Rabu 18 Februari dilaporkan sedang mendekati Gibraltar dalam pelayarannya dari Karibia.
Kapal induk tersebut disebut akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln di perairan dekat Iran.
Situasi ini berlangsung di tengah sorotan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang menjadi figur sentral dalam kebijakan strategis Iran.
- Penulis :
- Leon Weldrick







