
Pantau - Kementerian Sosial mencatat sebanyak 3 juta penerima manfaat bantuan sosial belum menerima bantuan karena masih dalam proses administrasi penyaluran pada awal Februari 2026.
Penerima tersebut merupakan penerima baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan secara berkala setiap triwulan.
Dari total 3 juta penerima baru itu, sekitar 1 juta merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan sekitar 2 juta lainnya merupakan penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau Bantuan Sembako.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, "Sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1-2 bulan untuk burekol-nya sebelum bantuan dapat dicairkan,".
Ia menjelaskan bahwa para penerima baru masih menunggu proses pembukaan rekening kolektif atau burekol, distribusi kartu, serta persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.
Menurutnya, setiap triwulan dilakukan pembaruan data penerima manfaat berdasarkan DTSEN yang menyebabkan adanya penambahan keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya belum terdaftar.
Realisasi Bansos Triwulan I 2026 Capai 85 Persen
Sementara itu, penyaluran bantuan sosial triwulan pertama tahun 2026 dilaporkan berjalan progresif dengan realisasi lebih dari 85 persen atau di atas Rp15 triliun hingga awal Februari 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan telah disalurkan kepada 8.940.958 KPM dari total alokasi 10 juta KPM dengan nilai lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89,4 persen.
Adapun Bantuan Sembako atau BPNT telah menjangkau lebih dari 15 juta KPM dari total 18.250.000 KPM dengan nilai penyaluran lebih dari Rp9 triliun atau sekitar 86,9 persen.
Penyaluran Melalui Himbara dan BSI
Saifullah Yusuf menegaskan seluruh penyaluran bantuan dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) guna memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat.
Kementerian Sosial memastikan proses administrasi bagi penerima baru terus dipercepat agar bantuan dapat segera tersalurkan terutama menjelang Ramadhan.
Dengan percepatan tersebut, masyarakat yang telah terdata dalam DTSEN diharapkan segera merasakan manfaat program perlindungan sosial.
- Penulis :
- Arian Mesa







