Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov NTB Perkuat Pariwisata Berkelanjutan Lewat Optimalisasi Pembiayaan Syariah dan Konektivitas Internasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov NTB Perkuat Pariwisata Berkelanjutan Lewat Optimalisasi Pembiayaan Syariah dan Konektivitas Internasional
Foto: Foto Arsip - Warga berjalan melintasi gerai restoran dan kafe yang berjajar di sepanjang Pantai Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa 14/10/2025 (sumber: Sugiharto Purnama)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmen memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui optimalisasi pembiayaan syariah sebagai strategi menjadikan NTB pusat ekonomi syariah nasional yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan langkah tersebut dalam forum Economic Talk di Mataram, NTB.

Ia menyatakan bahwa pembiayaan syariah menjadi instrumen penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing, berkualitas, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat lokal.

"Pemerintah Provinsi NTB mengusung konsep pariwisata berdaya yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan setiap destinasi, terlebih untuk mengembangkan ekosistem pariwisata di daerah," ungkapnya.

Pemprov NTB kini mengarahkan pembangunan pariwisata tidak lagi sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan.

Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kesadaran wisatawan agar menghargai nilai-nilai lokal, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Optimalisasi pembiayaan syariah diharapkan mampu memperkuat permodalan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Penguatan permodalan tersebut ditujukan agar ekosistem pariwisata di Nusa Tenggara Barat tumbuh secara inklusif.

Perkuat Ekosistem dan Konektivitas Global

Selain penguatan pembiayaan, Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong konektivitas antara sektor pariwisata dan budaya agar berkembang secara seimbang dan saling mendukung dalam membangun identitas destinasi.

Proyek pembenahan destinasi wisata terus dipercepat guna memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

Fondasi konektivitas internasional mulai dibangun sebagai langkah strategis untuk membuka akses global.

"Dalam waktu dekat NTB memiliki enam penerbangan baru langsung, termasuk rute menuju Darwin dan Bangkok," ujarnya.

Ia meyakini dukungan pembiayaan syariah dan konektivitas yang baik dapat memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan yang kompetitif secara global dan tetap memiliki identitas lokal yang kuat.

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Desa Wisata

Bank NTB Syariah sebagai badan usaha milik daerah mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui pembiayaan syariah.

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Agus Suhendro menyatakan fokus utama tahun ini memperkuat ekosistem desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif melalui skema pembiayaan yang inklusif dan kompetitif.

"Fokus utama tahun ini memperkuat ekosistem desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif melalui skema pembiayaan yang inklusif dan kompetitif," ungkap Agus Suhendro.

Dalam pengembangan desa wisata, perbankan tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan.

Perbankan juga berperan sebagai pengelola sistem transaksi yang terintegrasi di desa wisata.

Seluruh aktivitas ekonomi di desa wisata diarahkan melalui sistem perbankan.

Aktivitas tersebut mencakup penjualan tiket masuk, pembayaran homestay, pembelian suvenir, layanan restoran, hingga jasa pemandu wisata.

Digitalisasi melalui tiket elektronik dan sistem pembayaran non-tunai menjadi instrumen utama dalam pengelolaan transaksi.

"Tujuannya agar transaksi tidak bocor ke luar desa, melainkan tetap berputar dalam satu ekosistem keuangan yang terkontrol," ungkapnya.

Penulis :
Shila Glorya