
Pantau - Warga mengeluhkan kerusakan Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur yang mengalami retak dan amblas sehingga mengganggu aktivitas harian dan arus lalu lintas.
Salah satu warga, Suprianto (42), mengatakan kerusakan jalan tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan bermula dari retakan kecil yang semakin melebar dalam sepekan terakhir.
“Ini sudah satu mingguan ke sini. Awalnya memang retak-retak di sini, jadi perlahan retak-retak sehingga terjadi seperti ini keadaan jalannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan jalan tersebut merupakan jalur alternatif utama yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Bekasi, Jawa Barat sehingga intensitas kendaraan yang melintas cukup tinggi.
“Kurang lebih yang paling parah itu pagi sama sore. Jadi aktivitas untuk pekerja itu merasa terhambat karena jalan ini posisinya jalan alternatif utama untuk menuju Bekasi dan Jakarta Timur,” katanya.
Terkait penanganan, Suprianto mengaku belum mengetahui secara pasti apakah sudah ada petugas yang turun langsung ke lokasi.
“Kalau petugas datang atau tidak kurang tahu, tapi jajaran kecamatan mungkin sudah ada yang mengontrol,” ujarnya.
Warga lainnya, Ezza (29), menyampaikan kondisi jalan yang retak dan tidak merata membuat kendaraan harus memperlambat laju sehingga memicu kemacetan.
“Kalau sore jam pulang kerja atau pagi-pagi itu ramai banget, jadi macet lalu lintas,” katanya.
Ia menyebut hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat kerusakan tersebut.
“Korban jatuh alhamdulillah setau saya belum ada. Kalau kendaraan biasanya yang kena bagian bawah kendaraan kalau tidak hati-hati, apalagi malam. Semakin sore semakin macet,” ujarnya.
Ezza berharap perbaikan segera dilakukan mengingat jalan tersebut merupakan akses umum yang vital, terlebih menjelang periode mudik Lebaran.
“Harapan kita sebagai masyarakat umum ya secepatnya diperbaiki karena ini kan bagian umum, mau Lebaran juga, terus ini jalan alternatif jadi tidak mengganggu aktivitas warga sekitarnya,” katanya.
Warga menilai perbaikan cepat diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas dan mencegah risiko kecelakaan di titik jalan yang retak dan amblas.
- Penulis :
- Aditya Yohan







